METROPOS.ID, SUKOHARJO – Satreskrim Polres Sukoharjo melibatkan Tim Labfor Polda Jateng guna mengungkap misteri tewasnya seorang wanita didalam mobil yang terbakar di Dk. Cendana Baru, Ds. Sugihan, Kec. Bendosari, Selasa (20/10/2020) malam kemarin.
Kejadian temuan mayat menggemparkan itu bermula dari sebuah mobil Daihatsu Xenia warna abu – abu metalik bernopol AD 5126 EA terbakar dilahan sebuah toko bahan bangunan. Api terlihat berasal dari bagian dalam jok penumpang bagian belakang sebelah kanan.
Namun mengingat seluruh kaca mobil tertutup rapat, sejumlah warga yang mencoba memadamkan kobaran api dengan menyemprotkan air menggunakan selang tidak bisa melihat isi bagian dalam mobil.
“Awalnya saya di rumah ada yang mengetuk – ketuk pintu memberi tahu mobil saya terbakar. Setelah saya keluar dan melihat, saya bilang itu bukan mobil saya,” ungkap Hatmanto (50) saksi mata kejadian yang juga pemilik lahan, Rabu (21/10/2020).
Setelah upaya pemadaman dengan menyemprotkan APAR dilakukan Damkar Sukoharjo setelah terlebih dulu memecahkan kaca mobil, warga baru melihat sesosok tubuh manusia yang sudah hangus.
“Keadaannya sudah gosong, posisinya duduk miring dijok belakang kanan,” ungkapnya.
Ditemui wartawan disela olah TKP bersama Tim Labfor Polda Jateng, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Muhammad Alfan menyampaikan, pihaknya mendapat laporan kejadian Selasa malam sekira pukul 22.00 WIB.
“Ada warga yang melintas di TKP melihat gumpalan asap keluar dari mobil. Ia kemudian mengetuk pintu rumah warga yang berada didekat TKP untuk memberitahu kejadian tersebut dan berupaya memadamkan api bersama – sama sebelumnya akhirnya Damkar dari Sukoharjo datang,” jelasnya.
Dari pemeriksaan awal, diketahui korban seorang wanita bernama Yulia (42) warga Selogiri, Wonogiri namun tinggal di Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo. Profesinya pedagang sandal di daerah Gajahan, Solo.
“Penyebab kebakaran dan meninggalnya wanita didalam mobil masih dalam penyelidikan. Saat ini kami masih menunggu hasil labfor dulu dan hasil otopsi dari rumah sakit,” pungkas Alfan. (Naura/Red).












Komentar