oleh

Kemenag RI : Kelenteng Kwan Sing Bio Tetap Jadi TITD Umat 3 Agama

Umat Khonghucu menyambut kehadiran Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Wawan Djunaedi di Kelenteng TITD Kwan Sing Bio Tuban, Jatim. (Foto Istimewa)

METROPOS.ID, SOLO – Mensikapi polemik kepengurusan Tempat Ibadah Tri Dharma (TTID) Kwan Sing Bio Tuban, Jatim, Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Wawan Djunaedi menyatakan, tempat itu merupakan tempat ibadah bersama bagi umat Khonghucu, Buddha, Tao.

“Keberadaan kelenteng terbesar se-Asia Tenggara ini sebagai simbol kerukunan antar umat beragama yang harus tetap di jaga,” kata Wawan saat menghadiri sembahyang perdana umat Khonghucu sekaligus melakukan pembinaan di TTID Kwan Sing Bio Tuban, Jatim, Sabtu (14/11/2020) kemarin.


Keberadaan TITD Kwan Sing Bio, menurut Wawan, adalah simbolis sangat luar biasa yang harus mengedepankan untuk kerukunan umat beragama. Sebab TITD yang merupakan singkatan dari Tempat Ibadah Tri Dharma, artinya menjadi tempat ibadah tiga agama.


“Orang bisa masuk ke TITD artinya secara keimanan bisa menerima keberagaman,” tegas Wawan yang hadir didampingi Rohaniawan Wense  Purwani dari Kota Solo.
Wawan yang datang ke TITD Kwan Sing Bio Tuban, dalam rangka untuk memberikan pelayanan keagamaan dan memastikan semua umat bisa beribadah dengan nyaman. Selain itu yang tak kalah penting adalah tetap menerapkan protokol kesehatan.


Menyinggung tentang konflik yang terjadi terkait kepengurusan TITD Kwan Sing Bio selama ini, Wawan mempersilahkan para pihak untuk menempuh ke jalur Yudikatif, sebab keberadaan Kemenag adalah fokus di pelayanan agama.


“Supaya dinamika (konflik kepengurus di kelenteng-Red) bisa segera dituntaskan dan ada titik kesepahaman secara musyawarah atau jalur mediasi agar umat atau masyarakat bisa beribadah secara nyaman. Artinya, dicarikan solusi terbaik yang semua pihak bisa sama-sama menang,” imbaunya.


Sementara Ketua Penilik Demisioner Kelenteng TITD Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro mengapresiasi dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan Kemenag RI dengan kehadiran Wawan selaku pejabat  terkait.


“Pak Wawan sangat antusias sekali untuk membimbing agama Khonghucu agar bisa bersatu dan menghormati agama lain,” ucap Alim kepada wartawan di Solo, Minggu (15/11/2020).


Ia menegaskan, telah sepakat untuk dinamika yang ada di kelenteng diselesaikan melalui jalur mediasi. Dibuktikan dengan pembukaan gerbang pintu kelenteng yang digembok sejak 28 Juli 2020 silam, bisa dibuka kembali melalui jalur mediasi dengan melibatkan tiga tokoh berpengaruh.


Tiga tokoh yang dilibatkan dalam mediasi itu disebutkan, adalah Bos Maspion Grup Alim Markus, Bos Kapal Api Soedomo Mergonoto dan Paulus Welly Affandi (Wefan). Mediasi berlangsung pada, Minggu (25/10/2020) lalu. 


“Jika masih ada pihak yang mempersoalkan maka itu dipastikan hanya segelintir umat bukan suara mayoritas umat. Sebab, semua telah sepakat semua persoalan diselesaikan jalur mediasi demi kerukunan umat beragama. Saya sepakat semua masalah diselesaikan secara mediasi, dan saya kira persoalan sudah selesai,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed