oleh

Penutupan Imlek 2572 Kongzili dan Cap Go Meh di TITD Kwan Sing Bio, Sekjen Kemenag RI Bakal Hadir di Tuban

-Solo-0 views

TITD Kwan Sing Bio Tuban, Jatim (foto Istimewa)

METROPOS.ID, SOLO – Merangkai penutupan perayaan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili, Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, Jatim, juga akan menggelar Cap Go Meh, salah satu ritual terpenting yang digelar setiap tanggal 15 pada bulan pertama penanggalan Tionghoa. Mengingat saat ini masih pandemi COVID -19, perayaan Cap Go Meh akan digelar tanpa pesta, tanpa iring – iringan lampion, tanpa barongsai, namun tetap dilakukan ritual doa.

Dalam keterangan tertulisnya kepada awak media di Solo, Tokoh Khonghucu Indonesia dari TTID Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro mengatakan, Cap Go Meh tetap menjadi bagian penting dalam perayaan tahun baru Imlek, meskipun pelaksanaannya berbeda, yakni tidak ada pesta lampion dan barongsai.

“Tapi maknanya tetap sama, intinya seperti dalam sejarah adalah ritual untuk mengusir hama. Dalam hal ini mengusir virus Corona dari bumi ini, khususnya Indonesia,” kata Alim, Sabtu (27/2/2021).

Alim mengaku juga bangga dengan sikap umat Konghucu yang mengikuti saran pemerintah, yakni melakukan perayaan Tahun Baru Imlek 2572 secara sederhana, penuh syukur dan berbagi.

Ia juga mengapresiasi sikap dan perhatian Menteri Agama Yaqut Qolil Qumas melalui jajarannya kepada umat Khonghucu.

“Kami merasa dukungan pemerintah khususnya Menteri Agama Gus Yaqut, pada umat Konghucu cukup besar. Gus Yaqut menjalankan fungsi Kemenag dengan sebagaimana menjadi pengawal keragaman dan modernisasi beragama,” tuturnya.

Dalam penutupan perayaan Cap Go Meh dan Imlek 2572 Kongzili nanti, dijadwalkan Sekjen Kemenag RI Nizan Ali, dan Kapusbimdik Wawan Junaedi beserta Dirjen Budha Calyadi, akan mengunjungi TITD Kwan Sing Bio Tuban, Minggu (28/2/2021) besuk.

“Kunjungan dalam rangka penutupan Imlek 2572, sekaligus menggelar doa bersama pemuda lintas agama. Dengan kedatangan pejabat Kemenag menjadi kehormatan bagi kami, bahwa toleransi beragama itu tetap terjaga,” ujanya.

Saat ini disebutkan Alim, tim dari Kemenag RI sudah berada di Klenteng Kwan Sing Bio untuk meninjau lokasi doa bersama lintas agama, dan juga lokasi pembinaan dan bimbingan umat Konghucu oleh Sekjen Kemenag RI.

“Tim Kemenag ini sekaligus memastikan bahwa acara besuk berjalan dengan memenuhi Prokes untuk mencegah COVID -19,” tandas Alim.

Diketahui, di era Gus Yaqut ada sejumlah perubahan kebijakan Kemenag yang berbasis pada toleransi keberagaman dan modernisasi beragama. Salah satunya Candi Borobudur diputuskan sebagai rumah Ibadah umat Budha dunia. Selain itu, untuk kali pertama, ada hiasan lampion di lobby kantor Kemenag menyambut tahun baru Imlek 2572. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed