oleh

Penumpang Terlantar Akibat Sejumlah Sopir Bus Kecil Mogok

Para sopir bus kecil saat adu argumentasi dengan pihak Dishub (foto Djoko)

Metropos.id, Semarang – Seluruh kru dari angkot bus AKDP bus kecil (mikro) serta sopir Isuzu menggelar aksi damai dan aksi mogok di terminal Penggaron Semarang, Jawa Tengah, yang berakibat sejumlah penumpang terlantar, Senin (3/1/2021).


Guna menghindari kerumunan lebih banyak lagi. Akhirnya dari pengelola terminal yakni Dishub (Dinas Perhubungan) trans Jateng dari BLU (Balai Layanan Umum) Kota Semarang mempersilahkan perwakilan dari peserta aksi untuk duduk bersama guna mendengarkan tuntutan peserta aksi damai tersebut.

Petugas Dishub saat menerima keluhan para sopir bus kecil (foto Djoko)


Dari perwakilan Isuzu mas Yar panggilan akrabnya dan armada bus mikro Budi menyampaikan tuntutan dan keluhannya.


“Kami merasa di kecewakan oleh pihak pengelola terminal karena saat pertemuan di cowek Ireng dari mereka mengemukakan jarak antar Selter trans Jateng sekitar 2 kilometer tapi kenyataanya hanya berjarak antara 200 meter sampai 2 kilometer sayangnya kami tak mendokumentasikannya dan mengambil perjanjian tertulis.jadi kami tak punya bukti yang kuat,” ungkapnya.


“Apakah orang cilik seperti kami hanya untuk di injak,” tambah Budi.


Sementara itu dari pihak Dishub Tatas membantah adanya sosialisasi di cowek Ireng.


“Jarak antar Selter di wilayah ramai antara 200 meter – 300 meter. Dan di wilayah sepi atau persawahan sekitar 500 meter – 1 kilometer,” jelasnya.


Akhirnya adu argumen tak terelakkan, 
dan di tambah lagi tuntutan dan penjabaran perwakilan dari PT Usaha Jaya Harsen.


“Kami juga merasa di dolimi dengan trayek yang di sosialisasikan mereka yakni Dishub selaku pengelola terminal trayek hanya sampai Gubug tapi praktek di lapangan trans Jateng sampai di wilayah Godong serta kenapa trayek yang sudah di skreping kenapa masih bisa jalan. Tentunya ini membuat tanda tanya besar dari pihak kami,” ungkapnya.


“PT Usaha Jaya itu yang terbesar di trayek Penggaron – Purwodadi tapi anehnya Purwogumilar yang tak punya trayek malah bisa menang tender? Hal tersebut sangat aneh membuat tanda tanya besar di pihak kami,” tambahnya.


“Dan kami akan tetap menuntut kejelasan tentang apa yang kami tuntut dan pertanyakan,” lanjutnya.

Sampai akhir pertemuan ini belum ada  titik temu dan kesepakatan, dan dari pihak Dishub selaku pengelola terminal akan mengkaji semuanya.
(Djoko/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed