oleh

Penampungan Air Pabrik Sepatu Jebol, Dua Warga Pekalongan Tewas

Warga bersama petugas gabungan saat membersihkan lokasi pasca banjir (Ft Mit)

METROPOS.ID II Kajen – Diduga karena jebolnya tempat penampungan air, pabrik sepatu yang masih di bangun di desa Wangandowo, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan mengakibatkan banjir bandang melanda Desa Wangandoso, Kec. Bojong, Kab. Pekalongan, Jateng, Rabu (13/3/2024) malam.

Derasnya aliran air membuat Banjir bandang di Kab. Pekalongan membuat puluhan rumah rusak.

“Salah satu korban yaitu Ibu Warsilah yang terseret derasnya air akibat jebolnya tanggul di dekat pabrik sepatu Wangandowo, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Jenazah langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tim SAR kemudian melanjutkan pencarian. Korban bernama Syifa (10) kemudian ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi penemuan jasad ibunya,” kata relawan SAR Bumi Santri, Nindhomudin, Rabu (13/3/2024) malam.

Pemkab Pekalongan, melakukan proses evakuasi puluhan warga yang terdampak banjir bandang yang terjadi di Desa Wangandowo, pada Rabu (13/3/2024) malam. Lumpur, batu dan material yang lainnya berserakan di jalan. Tidak hanya itu, puluhan rumah, kendaraan roda dua dan roda empat banyak yang terkena banjir bandang.

“Banjir bandang terjadi usai berbuka puasa, sekitar adzan isya,” kata Rajab (62) warga setempat.

Ia menceritakan, saat itu hujan memang terjadi sudah dua hari yang lalu dengan intensitas tinggi di wilayah Desa Wangandowo.

“Saya mendengar suara benturan keras sekali. Saat itu langsung lari dan menyelamatkan cucu,” imbuhnya.

Banjir juga mengakibatkan dua mushola, satu bangunan SD dan jembatan rusak parah.

Menurut keterangan salah satu warga bernama Karyudi, sudah beredar video tentang jebolnya tempat penampungan air milik pabrik sepatu yang terbuat dari timbunan tanah merah itu sejak Rabu (13/03/24) sore.

“sebenaranya sudah beredar video tentang kerusakan tempat penampungan air tesebut sejak Rabu sore airnya merembas, namun yang kami sayangkan tidak ada pemberitahuan dari pihak pabrik kepada warga sampai terjadi tragedi banjir bandang ini,” tandasnya kepada sejumlah awak media.

Banjir bandang ini disebabkan tanggul pembangunan pabrik sepatu di Desa Wangandowo jebol sehingga berdampak ke rumah-rumah warga. Saat ini petugas gabungan dari unsur relawan, TNI polri dan warga masih melakukan pembersihan material rumah yang terdampak banjir bandang.

Puluhan warga bertahan di pengungsian dengan kondisi memprihatinkan kekurangan makanan dan obat-obatan. Saat ini lokasi banjir bandang akibat jebolnya penampungan air pabrik sepatu sedang di bersihkan oleh aparat TNI Polri, BPBD dan relawan.

Warga banyak yang shock dan histeris sehingga memerlukan bantuan tim medis, kondisi rumah warga juga belum bisa di perbaiki karena rusak parah dan tertimbun material lumpur. Sebanyak 50 warga mengungsi di beberapa lokasi seperti di rumah sekretars desa dan juga SD IT.

Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rahadi mengatakan saat ini kami fokuskan untuk pembersihan lokasi dan menggelar pengobatan gratis untuk warga.

Kapolres juga menghimbau kepada warga agar berhati-hati dan waspada karena hujan masih terus turun dan tanggul penampungan air belum di perbaiki. (Mit/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed