Metro Pos.id, Karanganyar – Mawan Thohari (27) Kepala Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten periode tahun 2019 – 2025 yang baru mengaku, tidak akan muluk-muluk dalam membangun desanya.Yang terpenting berusaha amanah dalam menjalankan visi dan misi terkait program-programnya. Yaitu dengan visi utama mewujudkan masyarakat desa Suruhkalang yang tentram, maju, makmur, dan berkeadilan.
“Saya menginginkan warga masyarakat desa yang bisa bergotong-royong. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dalam memajukan desa. Seperti orang Jawa bilang, Abot entheng, dilakoni bareng-bareng,” ujarnya dalam sesi sambutannya di acara serah-terima jabatan kades Suruhkalang Senin kemarin (25/03/2019).
Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh kades Suruhkalang lama, yaitu Eko Budi Prasetyo, Camat Jaten beserta pejabat Muspika setempat, jajaran BPD Suruhkalang, dan beberapa warga serta tamu undangan lainnya. Kades lama menyerahkan semua aset milik pemerintah desa kepada kades baru secara simbolis.
Ditemui usai acara serah-terima dari kades lama, kades baru Mawan mengatakan misi yang diembannya meliputi tiga poin penting. Tiga poin tersebut sebagai kerangka acuan semua pembangunan di desanya. Poin pertama adalah mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintah desa (pemdes). Yaitu penyelenggaraan yang transparan dan akuntabel.
“Berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara prima. Yaitu cepat, tepat, dan akurat,” terangnya.
Selain itu perlu adanya pelaksanaan pembangunan yang berkesinambungan merata, serta mengedepankan partisipasi dan kegotong-royongan masyarakat. Sebab majunya sebuah desa, tergantung dari warga yang guyup-rukun, serta bisa bekerja secara bersama-sama.
Untuk poin kedua adalah memberdayakan semua potensi yang ada di masyarakat. Diantaranya adalah pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), pemberdayaan sumber daya alam (SDA), serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Sementara poin ketiga adalah Menciptakan kondisi masyarakat desa Suruhkalang yang aman, tertib, guyup, dan rukun, dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpegang pada prinsip – prinsip nilai spiritual dan nilai leluhur. Seperti duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, sepi ing pamrih, rame ing gawe, dan nrima ing pandum.
“Beberapa filosofi Jawa tersebut saya kira sangat tepat dan masih relevan sebagai pegangan kita dalam mengisi pembangunan sekarang,” imbuhnya.
Sehingga menurutnya, semua program pembangunan yang dirancang akan berhasil jika memegang filosofi abot entheng dilakoni bareng-bareng. Artinya, semua pekerjaan, betapapun ringan dan beratnya, jika dikerjakan bersama-sama niscaya akan terasa ringan di pundak. Karena semua menjadi tanggung-jawab bersama. Baik antara pemdes Suruhkalang beserta seluruh warga desa Suruhkalang.
Yang unik, sosok Mawan sendiri sebelum terpilih menjadi kades, melakoni profesi sebagai tenaga profesional pijat. Baik pijat untuk terapi kesehatan ataupun pijat relaksasi tubuh. Saat ditanya apakah selama menjalani jabatan sebagai kades nanti, masih akan menjalani profesinya sebagai tukang pijat? Mawan hanya mengangguk dengan bersemangat.
Sebelum seluruh acara selesai, Mawan mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah mendukungnya menjadi kades baru. Juga kepada para sahabat, warga, serta seluruh panitia Pilkades yang dianggap sangat profesional dalam menjaga kinerjanya. Setelah acara bubar, beberapa warga masih menyempatkan berfoto bersama dengan kades baru Mawan Thohari, beserta keluarganya. (Mul/Med/Red).












Komentar