Metropos.id,Boyolali – Di hari Paskah, telur menjadi bintang acara dalam berbagai kegiatan. Mungkin tak banyak yang mengetahui apa hubungan perayaan Paskah dengan telur. Sebenarnya, memang telur tidak memiliki kaitan langsung dengan Paskah, telur Paskah itu berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo – Eropa di mana telur merupakan simbol musim semi.
Sejak saat itu, membagi-bagikan telur pada hari paskah akhirnya diterima oleh gereja.Selain untuk merayakan datangnya musim semi, juga karena telur memberikan gambaran atau simbol akan adanya kehidupan.
Begitu juga yang dilakukan Jema’at Gereja (GSJA) Immanuel Boyolali, pada Minggu (21/4/2019) membagikan 1000 butir telur di Obyek Wisata Tlatar.
Menurut Pendeta Kris Handika Immanuel Raharja kegiatan ini biasanya dilaksanakan di depan gereja, tetapi kali ini kami memilih Obyek wisata Tlatar dikarenakan kami ingin membagikan kasih itu kepada masyarakat.
Lanjutnya,sebelum dibagikan, 1000 lebih telur Paskah tersebut dikirabkan di kawasan Tlatar. Selanjutnya, peserta kirab dibagi dalam tiga kelompok. Hal itu untuk memudahkan pembagian telur Paskah, sekaligus agar pembagian lebih merata.

Pendeta Muda GSJA, Kris Handrika Imanuel Raharjo, memimpin aksi pembagian telur gratis itu, kegiatan tersebut untuk merayakan Paskah bersama masyarakat. Dimana salah satunya diperingati dengan cara berbagi kasih kepada sesama.
“Harapan kami dengan Paskah ini, jangan sampai ada perpecahan atau permusuhan khususnya di Boyolali. Mari bersama-sama membangun bangsa dalam keutuhan NKRI, usai pemilu serentak,” katanya.
Perayaan Paskah bagi umat Kristiani merupakan peringatan kebangkitan. Dengan semangat kebangkitan ini, umat Kristiani juga berharap agar kerukunan dan toleransi khususnya di Boyolali terus terjaga.
“Kegiatan ini sekaligus juga untuk memperingati Hari Kartini,” pungkasnya.(Mul/Red).












Komentar