oleh

Butuh Perhatian,Bocah 5 Tahun Ini Derita Gizi Buruk

Metropos.id,Pekalongan – Muhamad Ahkam Maulana (5) masih terbaring di ruang anak nomor 31 rumah sakit (RS) Aisyiyah Pekajangan.Didampingi sang ibu, Maulana tersebut terus merengek minta pulang ke rumahnya dan tidak mau dirawat.

Wajah ibunya, Rizki Amelia (29) tampak pucat dan kebingungan, karena 2 dari 3 anaknya mengalami gizi buruk. Beban kekuarga ini semakin berat karena tidak punya tempat tinggal.

Rizki dan suaminya, Muhamad Ikhwan (35) dan 3 anaknya diusir dari rumah susun (rusun) karena tidak mampu membayar biaya sewa.

“Anak ke 2 saya Muhamad Ahkam Maulana (5) sudah 3 hari dirawat di RS Aisyiyah, sedangkan adiknya Muhamad Ihlak Haki (3) juga rawat jalan. Ke 2 nya dinyatakan kurang gizi oleh tim medis dan bolak-balik ke RS beberapa tahun terakhir,” katanya, Senin (29/4/2019).

Rizki mengaku butuh biaya besar untuk merawat ke 2 anaknya, ditambah tempat tinggalnya di rusun sudah tak boleh ditempati.

“Anak terakhir kami sekarang dititipkan ke saudara, harusnya dia juga mendapat perawatan. Entah bagaimana nasib kami,” ucapnya.

Sang suami, Muhammad Ikhwan hanya bisa pasrah karena pekerjaannya sebagai pencuci bahan jins tidak cukup untuk menafkahi sitri dan 3 anaknya.

“Gaji saya hanya Rp 250.000 setiap pekan, untuk mencukupi biaya pengobatan di mana hampir 1,5 tahun ini benar-benar kesulitan. Sebenarnya saya kasihan anak-anak tinggal di rusun dengan kondisi gelap karena listrik sudah diputus sekitar 2 bulan sebelum anak nomor 2 saya berobat di RS Aisyiyah,” ujarnya.

Usaha untuk mencari bantuan yang dilakukan Ihwan beserta keluarga ke Pemkab Pekalongan, hingga kini belum membuahkan hasil.

“Saya sampai malu untuk mencari bantuan, kalau saya mampu pasti akan saya bayar tunggakan biaya sewa rusun yang sudah 8 bulan. Hari ini, terakhir kami menempati rusun karena sudah diberi peringatan untuk meninggalkan rusun ini,” katanya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi ketika dihubungi menyebutkan segera berkoordinasi dengan dinas instansi terkait.

“Adanya laporan ini langsung kita tindak lanjuti. Untuk masalah gizi buruk ditangani Dinas Kesehatan dan untuk rumah akan ditangani Dinas Perumahan dan Permukiman,” singkatnya. (Mit/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed