oleh

Kendalikan Kenaikan Harga Sembako,Pemkab Pekalongan Gelar Pasar Murah

-News-93 views

Metropos.id,Pekalongan – Dalam upaya mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) pada saat bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menggelar Pasar Murah Rakyat dan Bhakti Sosial, Minggu (26/5/2019) di halaman Mushola Nurul Janah di Desa Kertijayan Kecamatan Buaran.

Kegiatan dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Muspika Buaran, Kepala Desa Kertijayan beserta para perangkatnya, para pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, PD BPR/BKK Pekalongan, PDAM Tirta Kajen dan Hiswana Migas serta para tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan pasar murah rakyat tahun 2019 merupakan implementasi kegiatan TPID Pekalongan dalam rangka menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga Kepokmas terutama moment bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“TPID Pekalongan bersama BUMD dalam rangka mengantisipasi lonjakan inflasi di bulan puasa ini terutama kebutuhan konsumtif seperti minyak goreng dan lain-lain, maka kita pada hari ini Minggu (26/5/2019) mengadakan operasi pasar di Desa Kertijayan Kecamatan Buaran sebanyak 1000 paket,” terangnya.

Dijelaskannya, paket yang berisi 8 kepokmas dengan harga per paketnya Rp 100.000, masyarakat hanya membayar 60% atau Rp 60.000, sementara yang 40% atau Rp 40.000 disubsidi oleh BUMD.

“Pasar murah rakyat ini juga didukung dengan penyediaan kebutuhan pokok penting lainnya yaitu gas LPG 3 kg subsidi sebanyak 560 tabung, dengan harga Rp 15.500 per tabung dari Hiswana Migas Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Santri itu mengungkapkan bahwa kegiatan pasar murah adalah bentuk kepedulian dari Pemkab Pekalongan untuk melakukan langsung intervensi pasar ke basis-basis masyarakat dengan harapan dapat mengurangi nilai belanja masyarakat untuk kepentingan lainnya.

“Dengan kegiatan seperti ini masyarakat bisa mendapatkan pengurangan dari belanja seharusnya,” harapnya.

Bupati meyakinkan bahwa pihaknya akan memasifkan kegiatan serupa ke depannya.

“Kegiatan seperti ini akan kita masifkan. Saya punya gagasan, ke depan tiap desa dengan kemampuan keuangan yang dimiliki, setiap bulan puasa harus mengadakan pasar murah desa. Pasar murah desa ini penting, diinisiasi oleh desa dan BUMDes. Khusus untuk golongan masyarakat tertentu, mereka dapat memperoleh sembako dengan harga subsidi. Dengan demikian maka beban masyarakat akan berkurang,” imbuhnya.

Sementara itu, Hari Suminto, SH.,MH, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan dalam laporannya menyampaikan bahwa ada 1000 paket sembako senilai 100 ribu rupiah yang dibagikan untuk masyarakat yang sudah mendapatkan kupon. Berisi ada 17 item barang, masyarakat hanya membayar 60% sisanya dibantu oleh pemkab dan BUMD sehingga sangat menguntungkan masyarakat.

“Isi paket sembako tersebut meliputi beras premium 2,5 kg, minyak goreng kemasan 1 liter, gula pasir 1 kg, mie instan goreng 5 bungkus, sirup botol 1 buah, teh dan kecap, dan tepung terigu 1 kg. Ada juga 560 tabung gas LPG 3 Kg subsidi seharga 15.500 rupiah pertabung dari Hiswana migas kabupaten pekalongan yang biasanya dipasaran seharga 20 ribu rupiah,” tambahnya (Mit/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed