oleh

Ardian MRI-ACT Galang Dana peduli untuk Sukarni

METROPOS.id, Salatiga – Kisah pilu yang yang di alami Nenek Sukarni (77), semenjak mengalami patah tulang di kakinya, sehingga kakinya bengkok dan harus dipen karena usai di tabrak sepeda motor beberapa tahun yang lalu saat di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, mengundang keprihatinan sejumlah kalangan.

Salah satunya relawan pejuang kemanusiaan dari MRI-ACT, yakni Ardian Kurniawan Santoso (32) yg akrab di panggil Ardian tersebut langsung menjenguk Nenek Sukarni di tempat kosnya, tepatnya RT05/07 Soka, Salatiga.

Derita Nenek Sukarni tidak hanya di situ, karena tidak adanya penanganan medis yang memadai di sebabkan keterbatasan biaya, pen pada kaki mbah Sukarni tembus kebagian luar dan saat ini di rawat seadanya oleh anak bungsunya.

Sedangkan anak bungsunya tersebut  tidak bekerja, karena memang harus merawat ibunya yang sedang sakit ini.

Guna ke berlangsungan hidupnya sehari – hari Nenek Sukarni di bantu warga sekitar dan sumbangsih para relawan pejuang kemanusiaan.

Terpisah Ardian mengaku tergugah hatinya ketika mendengar cerita haru tentang Nenek Sukarni, hal ini membuat hatinya tergerak untuk membantu Nenek Sukarni serta anak bungsu yang merawatnya, agar Nenek Sukarni bisa cepat ditangani oleh pihak medis agar bisa berjalan dengan normal kembali.

“Kami merangkul Ormas PP, RFC, dan 8 kelompok drumblek untuk mengadakan pengalangan dana yang diperuntukkan untuk Nenek Sukarni dan alhamdulilah mendapatkan hasil,” tuturnya.

Untuk pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin guna membantu Nenek Sukarni sampai sembuh total.(Nanang/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed