oleh

Warga Terdampak Bau Limbah PT RUM Berharap Perhatian Bupati 

-News-63 views

METROPOS.id, Sukoharjo – Jalan panjang tak berujung menuntut keadilan atas gangguan bau limbah udara dirasakan sejumlah warga sekitar PT Rayon Utama Makmur (RUM), yang berlokasi di Desa Plesan, Kecamatan Nguter.

Keberadaan pabrik serat rayon diatas lahan sekira 60 meter persegi tersebut, sepertinya membawa petaka tersendiri bagi warga sekitar. Teror bau limbah tiap saat mereka rasakan hingga ujungnya ada yang jatuh sakit.

Sejak pabrik beroperasi hampir tiga tahun terakhir,  warga tak henti – hentinya melakukan protes atas tercemarnya udara sekitar tempat tinggal mereka. Namun upaya itu tak juga membuahkan hasil. Pabrik masih saja terus beroperasi.

Surat peringatan yang diterbitkan Pemkab Sukoharjo berisi permintaan untuk memperbaiki instalasi pengolah limbah dan pengurangan operasional produksi, dinilai tak efektif.  Pasalnya hingga batas waktunya habis, warga masih merasakan bau limbah.

Salah satu warga dari Desa Gupit bernama Herman, yang tinggal tak jauh dari pabrik mengatakan, karena bau limbah masih saja muncul, warga bersama aliansi Sukoharjo Melawan Racun (Samar) dan LBH dari Semarang akan membuat laporan ke sejumlah instansi.

“Nanti akan kami laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten, Provinsi, hingga Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), dan Polres Sukoharjo.” katanya saat ditemui bersama warga terdampak lainnya, Minggu (3/11/2019).

Kepada DLH, menurut Herman, pihaknya akan melaporkan situasi terbaru terkait masih berlangsungnya pencemaran udara, sedangkan untuk laporan ke polisi, akan menanyakan perkembangan laporan yang sebelumnya pernah disampaikan.

“Sebelumnya, kami pernah membuat laporan tentang dugaan tindak pidana lingkungan hidup yang diatur dalam UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” tegasnya.

Sementara, warga terdampak lainnya dari Desa Pengkol, Samidi, saat ini materi pelaporan untuk DLH dan KLH masih disiapkan. Selain itu, warga terdampak dari berbagai desa, saat ini disebutkan tengah mengumpulkan petisi untuk menguatkan laporan.

“Pada dasarnya, kami sebenarnya tidak menolak dengan keberadaan pabrik, mengingat dikawasan sekitarnya juga sudah lebih dulu ada banyak pabrik yang berdiri. Yang kami permasalahkan, bau limbahnya itu sangat menganggu,” tuturnya.

Warga pun meminta kepada Bupati Sukoharjo maupun intansi terkait untuk bisa tegas menanggapi masalah bau limbah PT RUM ini. Bahkan bila perlu Bupati supaya tak segan mencabut ijin operasional pabrik. (Naura/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed