METROPOS.id, Pekalongan – Pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Desa Kemplong, Kecamatan Wiradesa diduga tidak sesuai spek. Proyek yang menelan dana Rp. 576.257.000 yang dibiayai dari APBN ini di kerjakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mentari. Hal ini di ungkapkan Ardian Ketua LSM Gerak (Gerakan Rakyat Anti Korupsi) Bidang pengawasan pembangunan kepada sejumlah wartawan, Jumat (15/11/2019) di RM Prima Pemalang.
“setelah adanya laporan dari masyarakat, kami sudah turun melakukan pengecekan ke lokasi dan benar adanya semua rangka besi menggunakan besi ukuran 10 yang seharusnya menggunakan besi ukuran 12,” ungkapnya.
“ini kesalahan yang sangat fatal, padahal jelas disitu ada gambar dan spek besi yang harus di gunakan. Yang saya heran kenapa dari pihak Faskel tidak mengingatkan dinas terkait juga terkesan tutup mata padahal proyek ini dibiayai oleh uang rakyat dan nilainya setengah milyar lebih,” tandasnya.
Ardian mengatakan bahwa dari hasil invetigasi dilapangan dibandingkan dengan pembangunan TPS di Dukuh Ketingan, Desa Kauman, besi yang digunakan beda jauh, TPS yang di kerjakan oleh KSM Giat dengan koordinator Kasdian bangunanya tampak kokoh dan menggunakan besi ukuran 12 semua.
“proyek tersebut sama-sama dibiayai dengan APBN yang dikelola oleh dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan, Kami selaku kontrol sosial akan menindaklanjuti hal ini dengan melaporkan kepada pihak terkait baik kejaksaan maupun kepolisian biar nanti mereka yang melakukan tindakan. Pasalnya selama ini pihak dinas terkesan tutup mata dan melakukan pembiaran,” katanya.
Dari hasil data dilapangan memang benar besi yang digunakan berukuran kecil, selain itu di gambar yang dipasang gambar atau spek besi juga tidak dipasang ada dugaan sengaja di sembunyikan.
Sementara itu saat ditemui dirumahnya, Ketua BKM Sumber Rejeki, Kasdi mengaku tidak tahu menahu tentang hal ini.
“untuk teknis dan pembangunan saya tidak ikut campur. Tugas saya hanya menerima aliran dana dari pusat terus langsung saya tranfer ke rekening KSM yang bertanggung jawab penuh dilapangan koordinator KSM Mentari tersebut yakni Dulapi,” elaknya.
Namun Kasdi membenarkan untuk pengajuan termin pencairan dia ikut menandatangi pengajuan.
“untuk pengajuan dan pencairan memang saya ikut menandatangi namun saya tidak pernah lihat uangnya, yang tahu persis ya Dulapi. Tapi setahu saya sudah ada konsultan dari Dinas Perkim dan LH Kabupaten Pekalongan,” tandasnya.(Mit/Red).












Komentar