METROPOS.id, Boyolali – Hampir 12 tahun lamanya Sri Marfuah (50) dan kedua anaknya, Yulianti (14) dan Novitasari (10) tinggal di bekas kios rusak dekat dengan tempat pembuangan sampah (TPS) di pasar Simo, Desa Pelem, Kecamatan Simo, Boyolali.
Sejak suaminya meninggal pada Juni 2019 lalu, kini mereka tinggal hanya tiga orang saja di kios yang berada di Desa setempat. Kondisinya memperihatinkan, karena ruangan berukuran 2×3 meter berjubel dengan berbagai tumpukan barang, di antaranya kasur, almari dan peralatan lainnya.
Mereka akrab dengan bau sampah dan jutaan lalat disekitar tempat tinggal mereka, aroma tak sedap sudah menjadi santapan sehari – hari. Bahkan tidak membuat mereka berontak, mereka hanya diam dan menerima kenyataan demi menjaga ibunya sudah menjadi pilihan Novita dan Yulianti.
Saat ditemui di kios, Sri mengaku menghuni bekas kios mangkrak sudah hampir 12 tahun semenjak suaminya masih hidup. Sri yang hanya bekerja bersih-bersih lingkungan pasar.
“Tidak dipungut biaya sewa sepeserpun oleh pengelola Pasar Simo, disuruh pak lurah pasar sini yang penting rapi/bersih itu, (saya) dah di data sama petugas balai desa juga,” tuturnya, Kamis (21/11/2019).
Sementara itu Camat Simo, Joko Prihanto membenarkan ada warganya yang tinggal di kios bekas Pasar Simo. Dirinya mengatakan Sri Marfuah merupakan warga Desa Ngaliyan, Kecamatan Simo.
“Jadi ibu Sri Marfuah itu sebenarnya warga Desa Ngaliyan, dirinya diusir dari keluarganya. Saat ini mereka tinggal di kios pasar yang mangkrak,” jelasnya.
Ia memiliki gejala gangguan mental, namun dia bisa bekerja di pasar. Beberapa warga kerap memberikan bantuan sembako kepada Sri untuk kehidupan sehari – hari.
“Kami bekerja sama dengan sejumlah relawan akan berusaha membelikan tanah yang layak untuk mereka, sementara ini mereka menempati bekas Taman Kanak – kanak (TK) Kemala Bhayangkari Simo,” ujarnya. (Mul/Red)












Komentar