METROPOS.id, Boyolali – Kasus dugaan pelecehan pada dua santriwati Pondok Pesantren Tahfizul Quran (PPTQ) Boyolali, akhirnya resmi di tutup oleh Polres Boyolali. Hal ini di lakukan karena beberapa kali di lakukan penyelidikan dan memanggil sejumlah saksi, sehingga membuat Polres Boyolali memutuskan tidak dapat meningkatkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan (dik ke lid).
Penutupan penyelidikan diputuskan setelah polisi menggelar perkara bersama keluarga korban beserta Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) yang bertindak sebagai pendamping korban, Rabu (27/11/2019).
Seperti diberitakan sebelumnya pada bulan Mei lalu, dua santriwati PPTQ Desa Manggis yakni F dan Z warga Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen, mengadukan pimpinan Ponpes yakni AZ dengan dugaan telah melakukan tindakan pelecehan terhadap ke dua pengadu.
Pelaporan yang dilakukan keduanya saat itu juga didampingi Koordinator APPS Sragen, Sugiarsi. Saat itu, Sugiarsi menjelaskan F pernah dicegat oleh AZ setelah dirinya selesai mandi. Padahal saat itu F hanya mengenakan handuk untuk menutup tubuh. AZ pun tahu jika kamar mandi tersebut dikhususkan untuk perempuan. Sementara santri Z mengaku pernah dicium dan dipegang bagian pantatnya.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto, menjelaskan alat bukti masih terlalu minim untuk melanjutkan ke tahap penyidikan.
“Selama ini kami hanya punya satu alat bukti yakni dari keterangan korban, padahal untuk melanjutkan ke tahap penyidikan diperlukan dua alat bukti atau lebih,” ujarnya.
Sebelumnya kepolisian sudah meminta saran kepada para ahli sebelum memutuskan penyelidikan ditutup karena kurangnya alat bukti. Kendati demikian, kasus ini dimungkinkan bisa diselidiki lebih lanjut jika kasus serupa kembali terjadi di pondok. Dengan catatan ada alat bukti yang cukup.
Terpisah Koordinator APPS Sugiarsi, mengatakan sudah menerima keputusan Polres Boyolali. Dia menyadari alat bukti terlalu minim untuk meningkatkan kasus ke tahap selanjutnya.
“Namun kasus-kasus serupa akan tetap kami kawal, jika terjadi lagi akan kami laporkan,” tegasnya.
Adapun saat ini kedua korban dugaan pelecehan sudah berada di rumah dan keluar dari pendidikan pondok. (Mul/Red)












Komentar