oleh

Kasus Pengroyokan Maut, Para Korban Berharap Pelaku Segera Ditangkap

METROPOS.id, Sukoharjo  – Kuasa hukum para korban pengroyokan maut didalam ruko HA 19 Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, pada 1 Desember 2019 lalu, berharap Polisi segera menangkap para pelaku dan membawa ke persidangan di pengadilan.

Kasus yang terjadi sekira pukul 01.30 WIB didekat Karaoke Bima ini menyebabkan satu korban meninggal dunia dan enam lainnya harus menjalani perawatan intensif dirumah sakit. Para korban merupakan karyawan ruko distributor makanan ringan, dimana saat kejadian, mereka tengah tidur menjaga ruko.

“Kejadian tersebut menyisakan trauma mendalam bagi para korban luka dan keluarga korban yang meninggal dunia,” kata kuasa hukum para korban, Febry Andy Anggono, di sela menanyakan perkembangan penyidikan di Polres Sukoharjo, Rabu (11/12/2019).

Dituturkan Febry, kasus pengeroyokan maut ini bermula dari sebuah teguran yang dilakukan oleh salah satu penghuni ruko yang terganggu dengan pertengkaran seorang pria dan wanita diduga pengunjung karaoke. Mereka terlibat cek- cok didepan ruko.

Tersingung atas teguran itu, puluhan orang yang berada tak jauh dari tempat cek- cok lantas mengejar penghuni ruko  sang penegur, dengan mengejar masuk kedalam ruko dan menganiaya seluruh penghuninya secara membabi- buta.

Akibatnya satu karyawan ruko, Adi Kelvin Wijaya (24) warga Jalan Kolonel Sugiyono, Mergosono, Kedung Kandang, Malang, Jatim, tak terselamatkan nyawanya setelah dianiaya.

“Sebenarnya kami sudah mendapat informasi kalau satu tersangka sudah ditangkap sesaat setelah kejadian. Namun, sudah hampir dua pekan ini tidak ada perkembangan terhadap para pelaku lainnya,” ujarnya.

Selaku kuasa hukum, Febry mengaku sedikit kecewa lantaran baru satu orang tersangka yang ditangkap. Seharusnya kata dia, polisi dapat mengungkap kasus ini tidak dalam waktu lama.

Meski begitu, Febry bertekad akan terus mengawal kasus hingga seluruh pelaku bisa ditangkap. Kesaksian para korban, meski jumlah pelaku belum dapat dipastikan, tapi mereka mengatakan antara 15-20 orang yang melakukan pengroyokan.

“Saat ini tiga korban terakhir yang dirawat di rumah sakit sudah pulang kerumah. Mereka belum bisa bekerja karena masih menjalani rawat jalan. Selain itu juga masih trauma dengan meninggalnya satu orang rekannya,” pungkasnya. (Naura/Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed