METROPOS.id, Sukoharjo – Sebanyak 31 ekor anak ular cobra ditemukan di masjid At – Takwa komplek Perum Griya Adi, Ds. Palur, Kec. Mojolaban, Sukoharjo.
Teror puluhan anakan ular kobra tersebut bahkan sempat membuat warga urung melaksanakan sholat berjamaah, lantaran disela lipatan karpet tempat imam sholat terselip seekor dengan panjang sekira 20 centimeter.
“Beberapa hari lalu, saat kami menggelar karpet di dekat mimbar. Tiba-tiba ada satu ekor anakan cobra, setelah kami cari lagi ditemukan 6 ekor. Kami cari ramai-ramai,” kata Lanjar (27 ), yang juga takmir masjid, Selasa (17/12/2019).
Beruntung di dekat perumahan ada pembina Exalos yaitu pawang sekaligus pecinta ular, yang sewaktu-waktu bisa dipanggil warga, yaitu, Kopral Dua Janu Wahyu Widodo (34) yang bertugas di Brigif 6 Kostrad Palur, Sukoharjo.
Dibantu warga, Janu dengan peralatan sederhana, yaitu tongkat kecil yang ujungnya dibuat melengkung, satu – persatu ular-ular tersebut dapat ditangkap. Semula 14 ekor, hari berikutnya beberapa ekor, hingga totalnya 31 ekor.
“Ular-ular ini ditemukan di gudang kecil untuk penyimpanan karpet yang berada di samping kiri mimbar masjid. Tepatnya dipojokan gudang tempat pompa air yang berlubang atau tembus dengan tanah. Kemungkinan mereka menetas di situ,” terangnya.
Oleh Janu, demi keamanan semua ular hasil tangkapan ditaruh dalam kotak aquarium kaca, untuk memudahkan jika sewaktu – waktu akan dipindahkan dengan mobilnya.
Selama bulan Desember ini, Janu mengungkap sudah berhasil menangkap 46 ekor ular kobra, ular phyton sepanjang 3,5 meter, dan beberapa ekor ular tidak berbisa. Sebelumnya, di bulan Nopember ia sudah menangkap 19 ular jenis vector pohon.
“Semua berasal dari aduan warga. Dalam sehari, kami bisa menerima 3 sampai 6 aduan. Relawan terdekat dengan lokasi aduan, biasanya segera meluncur. Kami terbuka 24 jam dan bisa menghubungi di nomor 0838 6909 7275,” ucapnya.
Terhadap ular-ular yang berhasil ditangkap, oleh Janu nantinya akan dilepas kembali di tempat yang jauh dari pemukiman warga. Tujuannya agar populasi ular tidak punah.
Terpisah, Kabid Damkar Satpol PP Sukoharjo Margono menanggapi banyaknya teror ular akhir – akhir ini mengakui, pihaknya juga sering mendapat aduan warga. Setelah ditindaklanjuti, beberapa belum berhasil ditangkap oleh timnya.
“Kami menghimbau agar warga menjaga kebersihan rumahnya dan menyemprot dengan wewangian, karena ular-ular itu tidak suka dengan bau wangi,” pungkasnya. (Naura/Red).











Komentar