METROPOS.ID, Boyolali – Buah salak merupakan komoditas andalan Indonesia, selain mudah didapatkan serta terjangkau harganya. Bagi orang yang tidak tahu, salak memang hanya bisa dimakan dagingnya saja. Biasanya, kulit beserta biji salak dibuang begitu saja.
Namun tidak bagi Sertu (Sersan Satu) Putut Tetuko anggota Kodim 0724/Boyolali yang bertugas di Koramil Ampel, isi biji salak dan kulit bisa disulap hingga menjadi Kopi biji salak dan teh kulit salak.
“Butuh proses waktu relatif lama agar biji salak bisa dikonsumsi,” kata Sertu Putut, Senin (6/1/2020).
Bermula, orang tuanya mengidap penyakit diabetes. Ia lalu melakukan percobaan mengumpulkan beberapa biji salak lalu dipotong menjadi 4 bagian terus dijemur, setelah kering lalu di sangrai setelah itu baru digiling dibuat minuman ternyata sangat berkasiat.
Putut mengklaim, kopi biji salak yang dikemasnya mampu menurunkan hipertensi, gula darah, kolesterol. Ia pun tidak menyarankan kopi biji salak dikonsumsi seorang yang mempunyai darah rendah. Untuk pemasaran, pihaknya mengaku sudah merambah daerah Kalimantan dan Sulawesi.
Sampai saat ini, Putut berhasil membuat kopi biji salak dengan memanfaatkan limbah biji salak yang dipasok dari daerah Jateng. Kebun salak yang ada disekitarnya menjadi ajang percobaan selama beberapa bulan belakangan. Ia pun kini terus mengembangkan kopi biji salak dengan berbagai cara dan inovasi.
“Biji salak saya jemur sampai kering dan disangrai. Tapi saya masih eksperimen dengan fermentasi dulu,” terangnya. (Mul/Red).












Komentar