oleh

Bawaslu Boyolali temukan calon anggota PPK dari Parpol, ada apa?

METROPOS.ID, Boyolali – Dua calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang telah direkrut Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali diduga berasal dari partai politik (Parpol). Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali sudah mengingatkan agar memperhatikan temuannya.

Penyelenggara pemilu harus benar -benar independen. Jangan sampai, ada satupun penyelenggara dari Parpol, atau beraviliasi dari parpol tertentu yang bisa menciderai demokrasi.

“Ada calon anggota PPK yang diduga kuat merupakan Caleg (Calon Legeslatif) Pemilu lalu. Dan juga ada satu calon PPK yang diduga kuat merupakan pengurus Parpol atau anggota Parpol,” kata Komisioner Bawaslu, Divisi Pengawasan, Humas dan Hubal, Rubiyanto.

Rubi menyebut, bekas Caleg tersebut mendaftar dan mengikuti tahapan rekrutmen untuk PPK Klego. Namun dia sudah gugur lebih awal ketika tahapan tes tertulis.

Sedangkan calon anggota PPK yang diduga pengurus salah satu Parpol ini masih mengikuti tahapan rekrutmen untuk PPK Banyudono.

“Calon Anggota PPK Banyudono ini masih mengikuti tahapan tes wawancara,” ujar Rubi.

Bawaslu telah melakukan pengawasan rekrutmen PPK ini sejak awal, cukup terkejut dengan temuan ini. Pihaknya tak terburu – buru mengambil kesimpulan.

Terlebih dulu, pendalaman temuan ini dilakukan. Benar saja, bukti tertulis kedua calon PPK tersebut dapat ditemukan. Setelah cukup bukti, pihaknya langsung melakukan kajian dan memperingatkan KPU secara tertulis.

“Tujuannya untuk mengingatkan KPU guna menatati aturan yang berlaku sebelum menetapkan anggota PPK untuk Pilkada nanti. Baik mengenai independensi PPK maupun periodesasi anggota PPK,” kata Rubi.

Sebab, lanjut Rubi, pihaknya juga menduga ada calon anggota PPK yang sudah pernah menjadi PPK selama dua kali.

“Temuan ini juga berkat saran masukan masyarakat,” kata Rubi.

Sementara itu, Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin mengatakan awalnya tak mengetahui jika ada salah satu calon anggota PPK yang merupakan anggota Parpol. Sebab, KPU hanya memiliki data kepengurusan Parpol di Boyolali ini hanya sampai ditingkat Kecamatan saja.

Tak sampai pada tingkatan kepengurusan ditingkatan Ranting atau Desa. Untuk itu, pihaknya langsung melakukan klarifikasi atas temuan Bawaslu ini.

“salah satu calon anggota PPK tersebut merupakan pengurus ditingkat ranting,” kata Ali.

Untuk itu, pihaknya tak akan mengangkat calon anggota tersebut menjadi PPK. Meski begitu, proses rekrutmen anggota PPK kecamatan Banyudono masih berjalan lancar. (Mul/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed