oleh

Festival Sewu Tumpeng, lestarikan Budaya Desa Tambahrejo – Pageruyung

METROPOS.ID, Kendal – Warga Ds.  Tambahrejo, Kec. Pageruyung menggelar Festival Sewu Tumpeng. Festival digelar sebagai bentuk rasa syukur dan melestarikan tradisi budaya desa.

Acara Festival yang dipelopori oleh pemuda Ds. Tambahrejo yang sengaja memilih tumpeng karena  memiliki makna kesungguhan. Tumpeng sendiri merupakan singkatan dari “Yen Metu Kudu Mempeng” yang artinya ketika keluar harus sungguh-sungguh.

Tokoh Pemuda Eri Wijayanto mengatakan, festival sewu tumpeng dilakukan baru pertama kali dan festival tersebut akan dijadikan kegiatan tahunan dan ini awal dari para pemuda desa untuk mengembangkan festival sewu tumpeng.

“Ini memang baru pertama kali kita lakukan untuk festival sewu tumpeng, saya berharap pemuda Tambahrejo tetep semangat dan terus kreatif menggali yang sudah menjadi tradisi budaya desa,” ungkapnya.

Menurutnya, pemuda saat ini mulai menghidupkan lagi potensi desa dengan membuat festival sewu tumpeng, karena selain tumpeng sebagai perwujudan doa juga merupakan makanan tradisional yang khas daerah Ds. Tambahrejo.

Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa memberi apresiasi kepada pemuda Ds. Tambahrejo yang memiliki kepedulian kepada desanya dengan berhasil menggerakkan masyarakat untuk menggelar acara festival tumpeng.

“Luar biasa apa yang dilakukan oleh pemuda desa ini, kepedulian mereka kepada pelestarian budaya tentunya berhasil mengadakan Festival Sewu Tumpeng,” ungkapnya.

Agenda festival sebelum memasuki inti acara yaitu dengan memakan nasi tumpeng bersama, terdapat beberapa tumpeng yang diperlombakan dengan 3 kriteria penilaian yaitu tampilan, rasa dan kreativitas. Acara tersebut diikuti oleh 5 Dusun. (Eko/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed