METROPOS.ID, Simalungun – Pangulu atau Kades (Kepala Desa) Sei Merbo, Kec. Ujung Padang, Lasimen diduga asal – asalan dalam menurunkan dana anggaran ADD untuk Desanya, dan kerap kali bermasalah dengan masyarakat karena tak sesuai dengan hasil musrenbang proyek yang di luncurkan.
“Setiap penerimaan dana yang berjumlah Rp 1 miliar ke Nagori Sei Merbo, dugaan masyarakat Pangulu memainkan anggaran karena setiap proyek yang dibangun di beberapa titik tak lama kemudian hancur,” ujar Suyanto penduduk Ujung Padang.
Selanjutnya, Suyanto menjelaskan, proyek ADD yang terletak di Dusun II Sei Merbo pembangunan plat beton untuk proyek jembatan yang bernilai Rp.64.554.960 sebagai contoh tak sesuai dengan musrenbang dan RAB, dan campuran matrial tersebut semen dan batu yang dimanfaatkan. Jadi asal ada proyek pembangunan di Sei Merbo tak lama selesai akhirnya hancur lagi.
Pangulu Sei Merbo Lasimen saat di konfirmasi di kantornya tidak ada di tempat, namun saat di hubungi melalui ponselnya di jawab dengan ketus.
“bongkar saja itu jembatan kalau masyarakat tak setuju,” ketusnya.
Sementara itu Camat Ujung Padang Fikri Damanik saat di konfirmasi di kantornya tidak ada di tempat, sedangkan saat di hubungi melalui ponselnya tidak aktif.
Sedangkan untuk konfirmasi ulang Lasimen Pangulu Sei Merbo bersama awak media mencoba ke Kantor Dinas (PMPN) Pemberdayaan Maujana Pemerintahan Nagori, Simalungun di P. Raya 11/3. Namun Kepala Dinasnya tidak di kantor, dan menurut stafnya lagi rapat di Kantor Bupati. (Syam/Red).







Komentar