METROPOS.ID, PEKALONGAN – Ivan, Salah satu perawat RS Bendan Kota Pekalongan dianiaya 5 orang yang diduga mabuk disebelah Masjid Sapuro Jumat (3/4/2020) sekira pukul 02.00 WIB.
Dari informasi yang dihimpun menyebutkan berawal, korban bersama 4 rekannya hendak memakamkan seorang pasien ODP Virus Corona di TPU Sapuro. Namun sesampai di sebelah masjid Sapuro dihadang 5 orang yang diduga mabuk dan langsung menyerang korban. Setelah itu, 5 orang tersebut kabur entah kemana.
Menurut Direktur RS Bendan Junaedi Wibawa, memang SOP pemakaman pasien yang meninggal tidak boleh lebih dari 4 jam.
“Pasien ODP yang nota bene warga Malang meninggal sekitar pukul 23.30 WIB. Karena segera harus dimakamkan, maka para perawat beranikan diri untuk ikut memakamkan pasien tersebut. Nah, di sekitar masjid dihadang sekelompok orang berjumlah 5 dan langsung melakukan pemukukan terhadap perawat kami,” terangnya.
Soal, pasien ODP yang meninggal dunia, Junaedi mengatakan bahwa Pasien adalah warga Malang yang silaturahmi ke rumah saudaranya di Gang Asparagus Poncol, Pekalongan Timur.
“Pasien ada riwayat dari Jakarta dalam 14 hari terakhir meski hasil rapid test negatif,” jelas Junaedi.
Sementara itu Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut.
“Kami langsung bergerak cepat dan berhasil meringkus 3 dari 5 pelaku penganiayaan tersebut,” singkatnya. (Mit/Red).












Komentar