METROPOS.ID, BOYOLALI – Persebaran wabah Corona Virus Disease (COVID -19) di Boyolali kian meluas dengan bertambahnya pasien positif terkonfirmasi virus tersebut. Terhitung Rabu (22/4/2020) sebanyak 2 kasus positif diungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Boyolali, Ratri S. Survivalina di kantornya. Jadi keseluruhan sebanyak 6 orang, setelah pada Selasa (21/4/2020) kemarin diumumkan sebanyak 4 orang.
“Per hari ini Rabu (22/4/2020) jam 14.10 WIB, posisi Boyolali saat ini kita ada kasus positif COVID -19 ada 6 orang. Jadi meningkat 2 orang dari data kemarin karena ada laporan yang masuk di kami. Jadi selain 4 yang sudah kami rilis kemarin, sekarang tambah 2,” terang Lina.
Dua orang tersebut yakni berinisial SBK (perempuan) yang beralamat di Kec. Teras yang diketahui terpapar COVID -19 pada Selasa sore kemarin. Meski berasal dari Teras, dijelaskan bahwa masing -masing diidentifikasikan berbeda klaster penularan. Sementara yang satu berinisial DH (laki-laki, 34 tahun) yang beralamat di Kec. Andong diketahui yang juga klaster baru pasien positif diketahui statusnya pada hari ini pukul 10.00 WIB.
“Dimana penambahan jumlah positif tersebut pertama berasal dari Kec. Teras dengan riwayat perjalanan dari Jakarta, saat ini dirawat di RS swasta di Solo. Penambahan kedua itu berasal dari Kec. Andong dengan riwayat perjalanan mengikuti Ijtima’ Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan dan saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di salah satu RS di Kab. Purworejo,” imbuh Lina.
Dengan bertambahnya 2 orang dari klaster baru di Boyolali ini, Dinkes Boyolali menyimpulkan saat ini terdapat 4 klaster penularan COVID -19. Yakni klaster Surabaya, klaster Gowa dan klaster Solo serta klaster Jakarta. Hal tersebut disimpulkan berdasarkan pelacakan (tracking) riwayat perjalanan atau kontak pasien tersebut.
“Kami simpulkan penderita COVID -19 Boyolali terdiri 4 jalur. Yang pertama klaster dari Surabaya ada 3 positif. Kemudian klaster Gowa setelah dicari riwayat ada kaitan dengan kegiatan yang di Gowa meski awalnya tercatat sebagai Pelaku Perjalanan dan kondisinya masih sehat. Selanjutnya klaster Solo yang kita perkirakan penularan dari Solo karena yang bersangkutan selama ini mobilitasnya di sekitar daerah Solo dan klaster Jakarta karena riwayat perjalanan sebelum sakit ada perjalanan ke Jakarta,” terang Lina lebih jelas.
Menyikapi hal tersebut, pihaknya meminta masyarakat Boyolali semakin meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi imbauan pemerintah diantaranya untuk berdiam di rumah dan mengenakan masker. Dengan membatasi aktivitas diyakini mampu menghindari rantai penularan COVID – 19 yang lebih luas.
“Pesan kami kepada, masyarakat Boyolali, untuk ikut menjaga supaya penularan COVID -19 ini tidak semakin meluas, dengan cara tetap melaksanakan social distancing dan physical distancing. Kemudian menggunakan masker untuk semua orang, melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Kemudian jangan lupa untuk cuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir. Dan selalu stay at home (berdiam di rumah),” terangnya.
Jadi ke -6 pasien positif tersebut saat ini dirawat di RSU Pandan Arang Boyolali sebanyak 3 orang, 2 orang di RS di wilayah Solo dan 1 orang di Kab. Purworejo. Sementara ditambahkan keberadaan RS darurat COVID -19 yang menempati rusunawa di wilayah Kemiri sudah melayani sebanyak 68 pasien.
“RSD COVID -19 setelah beroperasi sejak tanggal 7 April 2020 sudah melayani 68 pasien. Yang menjalani rawat inap ada 22 orang sebagian besar sudah dipulangkan. Kemudian yang dirujuk RSU Pandan Arang ada tiga. Sementara yang rawat jalan ada 43,” pungkasnya. (Mul/Red).












Komentar