Kepala DKK Sukoharjo yang juga Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati (Foto Naura)
METROPOS.ID, SUKOHARJO – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo mengkonfirmasi sedikitnya 20 orang dinyatakan positif terinfeksi COVID -19 berdasarkan tracking dari pelaku perjalanan studi banding ke Kab. Jepara.
Dari kasus ini menambah munculnya 16 klaster penularan baru periode 16-22 November dengan jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 108 orang.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID -19 Kab. Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan bahwa
“20 orang yang terkonfirmasi positif COVID -19 terdiri pengusaha, tetangga dan pekerjanya. Akhir Oktober lalu, melakukan studi banding ke Jepara,” terang Kepala DKK Sukoharjo, Yunia Wahdiyati saat dihubungi wartawan, Selasa (24/11/2020).
Semula pengusaha asal Sukoharjo kota ini melakukan studi banding ke Jepara bersama rombongan sebanyak 32 orang. Selain pengusaha itu sendiri, dalam rombongan juga ada karyawan dan tetangga. Mereka berangkat menyewa bus.
“Sepulang dari Jepara, mulai merasakan demam dan melakukan pengobatan sendiri. Namun, setelah dirasa keluhan tidak berkurang, yang bersangkutan (pengusaha-Red) kemudian dirawat di Rumah Sakit,” ungkap Yunia yang juga Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID -19 Sukoharjo
Setelah dilakukan swab test hasilnya ternyata terkonfirmasi positif Corona. Dari hasil itu, kemudian dilakukan tracking dan ada 20 orang yang juga positif.
“Hasil analisa kasus baru periode 16 – 22 Nopember ini, jumlah kasus terkonfirmasi positif baru menjadi sebanyak 226 kasus. Mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama minggu
sebelumnya sebanyak 155 kasus,” paparnya.
Sebagian besar kasus yang ditemukan tersebut adalah kasus terkonfirmasi tanpa gejala. Jumlahnya sebanyak 173 orang (76,5%), sedangkan konfirm dengan gejala sebanyak 53 orang (23,5%).
“Dilihat dari asal penemuan kasus, paling banyak merupakan hasil penulusuran kontak erat oleh DKK Sukoharjo yaitu sebanyak 143 kasus (63,3 %),” ujar Yunia.
Adapun 16 klaster penularan baru periode 16-22 November diantaranya, klaster study banding ke Jepara 20 orang, klaster SMA 1 Polokarto 11 orang, klaster keluarga PPA Gereja 9 orang, klaster Nakes RS swasta di Sukoharjo 8 orang.
“Selain itu, ada 2 klaster yang masih terjadi penularan yakni klaster RS di Kab. Sukoharjo bertambah 7 orang sehingga total kasus menjadi 26 orang,” imbuhnya.
Berdasarkan update data, saat ini, kasus positif aktif masih 313 orang, terdiri 240 orang isolasi mandiri, 3 orang isolasi rumah sehat, dan 70 orang rawat inap rumah sakit. (Naura/Red).












Komentar