oleh

Bupati Batang Wihaji akan evaluasi Penyaluran BST agar tidak dobel

METROPOS.ID, BATANG – Pemerintah sudah semestinya hadir dalam setiap kesulitan hidup rakyatnya akibat pandemi COVID -19. Kehadiran negara tidak hanya dalam bentuk politik anggaran, tapi memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat waktu dan tepat sasaran.

Untuk menjamin penyaluran bantuan bagi warga terdampak COVID -19, Bupati Batang Wihaji segera mengevaluasi Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kab. Batang. Hal itu karena penyaluran BST bagi warga terdampak COVID -19 yang belum tepat sasaran.

Berdasarkan data, dari 21.328 keluarga penerima manfaat (KPM) setelah dievaluasi terdapat data ganda 1.868 keluarga. Kemudian ada yang tidak atau belum ambil BST 375 keluarga, dan pindah luar kota 106 keluarga.

Bupati Batang Wihaji kepada awak media menjelaskan, pihaknya akan mengevaluasi data penerima bantuan, khususnya yang bersumber dari APBD Kab. Batang. Evaluasi juga akan dilakukan pada bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat dan provinsi, baik pembaruan atau perbaikan data.

“Kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika terjadi kesalahan data di lapangan,” ujar Wihaji, Senin (8/6/2020) siang.

Sedikitnya, lanjut dia, terdapat 25 keluarga yang menolak penyaluran BST bagi masyarakat terdampak COVID -19 di Kab. Batang. Penolakan tersebut karena mereka merasa mampu sehingga tidak berhak menerima bantuan dari pemerintah tersebut.

“Jadi nanti berdasarkan catatan, yang tidak tepat sasaran segera dilaporkan ke Pemkab Batang, sehingga data akan kita matangkan, agar tidak ada yang dobel dan tidak tepat sasaran,” imbuh Wihaji.

Untuk memastikan ketepatan penerima bantuan, ia memerintahkan Kades di Kab. Batang untuk mengecek kebenaran data penerima BST. Selanjutnya, rumah penerima manfaat akan dipasang stiker sebagai bentuk transparansi.

“Istilahnya tidak ada dusta di antara kita,” pungkasnya. (Ari/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed