oleh

Gara – Gara Tikus Hasil Panen Petani Desa Pranan Anjlok

-Sukoharjo-122 views

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Akibat serbuan hama tikus, hasil panen padi petani di Ds. Pranan, Polokarto, Sukoharjo pada musim pertama tahun ini tak sesuai harapan, alias anjlok.

Kepala Desa (Kades) Pranan Jigong Sarjanto mengatakan, selain hama tikus, anjloknya panen kali ini juga dipengaruhi turunnya hujan lokal selama 2 minggu terakhir ini.

“Hasil panen kurang bagus, karena ada hujan lokal selama 2 minggu. Jadi padinya banyak yang roboh,” kata Jigong di sela acara gropyokan tikus, Minggu (14/6/2020).

Dari luas lahan pertanian yang ada di Desa Pranan sekira 125 hektar, menurut Jigong, petani hanya dapat memanen hasil sekira 3 ton/hektarnya.

“Para petani ruginya sekira 75 %. Kalau tidak roboh, maka saat musim panen pertama seperti ini bisa jadi panenan yang luar biasa,” ujarnya.

Namun harapan itu pupus lantaran banyak tanaman padi rusak, kualitas gabah yang dipanen juga kurang bagus karena terendam air.

“Per hektar tinggal 3 ton, itu saja kualitas gabah kurang bagus, karena kena air jadi harga gabahnya rendah, selain itu, biaya panen juga jadi meningkat,” sebutnya.

Jigong pun berharap pada musim tanam kedua nanti, petani dapat mendapat hasil panen yang bagus. Perkiraan itu berdasar pada hitungan bahwa musim tanam kedua telah memasuki musim kemarau.

“Setelah gropyokan tikus ini, petani kembali bersemangat, karena harapannya pada panen musim tanam kedua nanti mereka dapat hasil panen yang terbaik. Paling tidak perhektar bisa dapat 8-9 ton gabah,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed