oleh

Pemkab Pekalongan Optimis TMMD Sengkuyung Tahap II Bisa Menjadi Trigger Peningkatan Perekonomian

METROPOS.ID, KAB. PEKALONGAN – Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun Anggaran 2020 di Ds. Pantirejo,  Kec. Kesesi, kini Pemkab Pekalongan bersama TNI/POLRI dan Instansi terkait kembali menyelenggarakan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II yang kali ini diselenggarakan di Ds. Telogopakis, Kec. Petungkriyono.

Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II ini, dibuka secara seremonial di Aula Kec. Petungkriyono, yang dipimpin oleh Sekda Kab. Pekalongan Dra.Mukaromah Syakoer, MM., yang mewakili Bupati Pekalongan dan Perwira Penghubung Kodim 0710 Mayor Inf Laendah,  mewakili Dandim 0710 yang berhalangan hadir, Selasa (30/6/2020).

Sekda Kab. Pekalongan Mukaromah Syakoer menyampaikan terimakasih dan harapannya terhadap program TMMD yang akan dijalankan di Ds. Telogopakis,  diharapkan bisa membantu meningkatkan kemudahan akses jalan menuju desa Telogopakis dan menjadi triger untuk meningkatkan nilai perekonomian masyarakat sekitar memasuki masa New Normal seperti saat ini.

‘’Terimakasih untuk program TMMD ini kami sangat berterimaksih sekali kepada pak dandim serta jajaranya dan masyarakat desa, dengan dibukanya kegiatan TMMD ini semoga bermanfaat dan bisa untuk meningkatkan ekonomi yang ada disini”, tandasnya.

Akses jalan ini rencana akan dibangun sepanjang 2.520 m  dengan dana Rp 548 juta sekian. Harapan kita nanti dapat mengakses 2 desa ini agar semakin baik, meningkat dan efisien.

Sekda juga berpesan kepada masyarakat  setelah akses jalan Desa jadi, masyarakat dapat secara bersama-sama memelihara akses jalan ini supaya dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu Perwira Penghubung Mayor Inf Laendah menambahkan bahwa TMMD merupakan program kerja terpadu dan berkelanjutan antara TNI/POLRI, Kementrian dan Lembaga Pemerintah, non kementrian yang mensinergikan program masing-masing dengan tujuan untuk percepatan pembangunan di daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Selain menyasar pada pembangunan fisik, pembangunan non fisik sangat dibutuhkan dalam rangka memperkokoh jiwa nasionalisme masyarakat terutamanya untuk menangkal pandemi COVID -19 yang menjadi ancaman stabilitas keamanan bangsa dan negara terutama terkait kesehatan nasional, seperti kegiatan-kegiatan penyuluhan kepada masyarakat”, imbuhnya (MIT/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed