oleh

Cegah COVID -19, Mahasiswa UNS Bikin Video Tutorial Hidup Sehat

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Tingginya angka pergerakan kasus positif virus Corona (COVID -19) di Kab. Sukoharjo diduga karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Atas kondisi ini, sosialisasi pentingnya protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus terus digalakkan tidak saja oleh Pemda tapi juga melibatkan semua elemen masyarakat.

Salah satu upaya itu juga dilakukan seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bernama Widi Alip SP yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dk. Tempuran, RT 02/RT 06, Kel. Bulakan, Kec. Sukoharjo.

Ia menciptakan berbagai macam video tutorial pembuatan alat dan barang sebagai sarana pencegahan COVID -19 dengan bahan dan peralatan yang sederhana. Video tutorial itu dibagikan khususnya dilingkungan tempat ia menjalankan KKN.

“Saya membuat berbagai macam video tutorial, seperti cara membuat hand sanitizer alami, desinfektan alami, masker, dan ember cuci,” kata Widi, mahasiswa jurusan Sosiologi FISIP UNS ini, Sabtu (25/7/2020).

Ia menuturkan, melalui video tutorial itu, masyarakat diharapkan dapat membuat alat dan barang kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID -19 dengan mudah dengan menggunakan bahan sederhana.

“Hasil barang yang dihasilkan dari proses pembuatan video tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sedangkan bagi yang belum punya video tutorial, maka di sebar lewat grub whatsapp warga,” jelasnya.

Sesuai aturan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan, barang – barang hasil produksi seperti hand sanitizer dibagikan kepada lansia yang tidak bisa mengakses smartphone.

“Selain itu juga dibagikan ember cuci tangan dan penyemprotan menggunakan disinfektan buatan sendiri dengan sasaran fasilitas publik seperti mushola, balai RT, posko dan pos ronda,” ujarnya.

Mengingat sosialisasi mencegah sebaran COVID -19 penting untuk terus dilakukan, maka Widi juga mengedukasi dengan cara penempelan stiker poster COVID -19 di rumah – rumah warga.

“Kegiatan ini kami lakukan selama kurun waktu 2 minggu, dimana sebelumnya dilaksanakan melalui daring, atau online. Yang pasti, kegiatan KKN ini sangat membantu masyarakat,” ucapnya.

Dengan membuat sarana kesehatan sendiri dengan bahan juga dari lingkungan sendiri, maka masyarakat sudah menerapkan anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di rumah.

“Wah menurut saya jelas banyak manfaatnya, sangat membantu masyarakat. Dengan begitu masyarakat tidak perlu keluar rumah. Cukup dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed