oleh

Terapkan Protokol Kesehatan, PPMI Assalaam Sukoharjo Sembelih 34 Hewan Kurban

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Kemeriahan perayaan Idul Adha 1441 H di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Sukoharjo tidak seperti tahun – tahun sebelumnya. Ditengah kondisi tingginya kasus COVID -19, kegiatan rutin tahunan ini terpaksa tidak bisa diikuti para santri.

Mereka untuk sementara waktu, pulang ke daerah asal masing – masing lantaran diliburkan dari segala aktivitas untuk mencegah penyebaran dan penularan virus di lingkungan Ponpes yang berada di Ds. Pabelan, Kartasura, Sukoharjo ini.

Sholat Idul Adha di Masjid Assalaam yang memiliki kapasitas daya tampung hingga 4000 jama’ah, kali ini, Jum’at (31/7/2020), hanya boleh diikuti kalangan keluarga besar pengelola Ponpes saja dengan menerapkan protokol kesehatan.

Begitu juga dalam penyembelihan dan distribusi hewan kurban. Yang terlibat hanya petugas khusus yang telah ditunjuk melalui Surat Keputusan (SK) Direktur PPMI Assalaam, dan dilakukan secara serentak selama 2 hari, yakni Jum’at (31/7/2020) dan Sabtu (1/8/2020).

Direktur PPMI Assalaam, Uripto M. Yunus menjelaskan, hewan maupun daging kurban dibagikan di 4 daerah binaan, meliputi Kec. Kartasura, Sukoharjo, Kec. Karanganyar, Karanganyar, Kec. Tulakan, Pacitan, dan Kec. Tepus, Gunung Kidul. Total hewan kurban tahun ini sebanyak 34 ekor, terdiri 19 ekor sapi dan 15 ekor kambing.

“Situasi pandemi saat ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi dan memberi manfaat pada masyarakat melalui pembagian daging kurban di luar kegiatan bakti sosial yang rutin kami selenggarakan,” terang Uripto dalam rilisnya kepada awak media.

Terpisah, Kepala Humas PPMI Assalaam, Devi Hidayah menambahkan, meskipun saat ini santri belum kembali aktif dan kembali ke Ponpes, kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi salah satu program utama dalam pembentukan karakter santri tetap dilakukan.

“Biasanya santri kami libatkan penuh dalam kegiatan ini sehingga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran mereka yang berasal dari 34 propinsi di Indonesia dan 4 negara asing, menjadi salah satu hal yang menarik masyarakat di 4 daerah binaan,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed