METROPOS.ID, BOYOLALI – Sat Lantas Polres Boyolali menggelar Operasi Patuh Candi 2020 di Boulevard Patung Soekarno atau di komplek perkantoran terpadu Kab. Boyolali Senin (3/8/2020) pagi. Namun, kali ini agak sedikit berbeda setiap pengendara sepeda motor maupun mobil yang tertib berlalu lintas diberikan sebotol susu murni.
Kasatlantas Polres Boyolali AKP Dwi Panji Lestari meminta kepada para pengguna jalan untuk patuh terhadap protokol kesehatan dalam memerangi wabah virus Corona serta patuh terhadap peraturan berlalulintas di jalan umum.
“Sebanyak 250 botol susu murni dibagikan dalam rangka menyehatkan masyarakat serta penanggulanan COVID -19. Kami memilih susu murni, karena susu ini merupakan kearifan lokal di Boyolali. Susu juga dapat meningkatkan imunitas masyarakat,” katanya kepada wartawan, Senin(3/8/2020) pagi.
Sementara, hasil OPS Candi Patuh 2020 tahun ini, petugas menilang sebanyak 500 pelanggaran serta teguran secara lesan maupun tertulis sebanyak 1500 pelanggaran terhadap pengendara sepeda motor.
“Dalam operasi tahun ini, petugas lebih mengutamakan teguran secara lesan. Pelanggaran kali didominasi pelanggaran pada marka jalan, tidak memakai sepion serta tidak menggunakan helm,” ujar Kasatlantas.
Pengguna jalan asal Boyolali, Ayu (30) saat melintas di lampu merah patung Ir Soekarno merasa terkejut saat melihat para petugas kepolisian Polres Boyolali berjejer di pinggir jalan. Bahkan, ia sempat membelokan kendaraan, lantaran kawatir ditilang polisi.
“Ya, saya sempat kaget, kirain ada apa kok banyak amat ada polisi. Ternyata ada pembagian susu dan penertiban masker,” kata Ayu karyawan di Solo ini.
Meski demikian, pihaknya sangat mengapresiasi langkah kepolisian dalam penertiban masker serta pembagian susu murni kepada para pengguna jalan.
“Ya, senang mendapat susu. Operasi ini memang perlu dilakukan, karena operasi untuk penertiban para pengguna jalan,” ujar Ayu. (Mul/Red).












Komentar