oleh

GEMA SETIA Program Unggulan TP PKK Kab Pekalongan

METROPOS.ID, KAB. PEKALONGAN – Program pemberdayaan untuk keluarga dari tahun ke tahun harus semakin diberdayakan. Program  tentang 10 Program Pokok PKK  bukanlah program yang bersifat utopis (khayal), tetapi  program yang benar-benar sudah membumi karena sudah dirintis sejak dulu kala, tinggal dilakukan evaluasi,  yang bagus pada tahun kemarin dipertahankan, kemudian yang belum, dievaluasi untuk selanjutnya di masa datang menjadi bagian dari penyempurnaan program PKK.

Hal itu diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan pada acara Orientasi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Ds/Kel. se-Kab. Pekalongan, Senin (14/09) pagi di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Hadir dalam acara tersebut  Ketua TP PKK Kab. Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Sekda dan Kepala OPD selaku anggota pembina TP PKK Kab. Pekalongan, Camat selaku pembina TP PKK Kecamatan, Kades/Kelurahan selaku Pembina TP PKK Ds/Kel. segenap pengurus TP PKK Kab. Pekalongan serta Ketua TP PKK Kec. dan Ds/kelurahan se-Kab. Pekalongan.

“Hari ini kita mengikuti orientasi Tim Penggerak PKK untuk Kec.  Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Doro, Siwalan, dan Kedungwuni. Ini adalah bentuk dari evaluasi program kerja Tim Penggerak PKK Kab. Pekalongan, yang sudah dilaksanakan 5 tahun sejak tahun 2016. Kalau evaluasi, pasti kita akan menemukan program mana yang sudah baik, kemudian program yang harus kita dinamisir kembali untuk masa yang akan datang,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan ada program-program inovatif seperti Gema Setia dan Gentong Hebat, yang memberikan  hasil (outcome) yaitu secara kuantitatif sudah bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Program itu juga mendapat supporting dari beberapa  CSR luar negeri.

Selain itu, TP PKK Kab. Pekalongan juga telah melakukan upaya agar bagaimana pengenalan market industry produk UMKM Kab. Pekalongan, yang berupa kebaya, selendang, kain batik, kain sarung, ikat kepala dan lainnya.

“Hari ini pemasaran yang dilakukan anak-anak muda kita sungguh membanggakan. Ada ratusan reseller yang omsetnya ratusan milyar. Walau situasi begini, semua masih berjalan normal,“ ungkapnya.

Yang penting lagi, menurutnya adalah mendorong  yang di desa, sehingga di harapkan dalam perencanaan pendapatan dan belanja desa (APBDes), alokasi anggaran di fokuskan untuk pemberdayaan masyarakat melalui PKK.

“Munculkan inovasi-inovasi sebanyak mungkin, yang ini akan menjadikan kita menjadi kabupaten yang maju. Kemudian saya berharap lagi melalui acara seperti ini PKK harus lebih konsen lagi untuk menjadi garda penggerak dalam membangun, membina dan membentuk keluarga, guna mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai unit kelompok terkecil dalam masyarakat,“ pintanya.

Bupati juga berharap kepada seluruh Tim Penggerak PKK baik kabupaten maupun desa, untuk menjalankan tugas dengan sepenuh hati guna menggerakkan masyarakat demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan di Kab. Pekalongan.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut memaparkan kegiatan pertemuan hari ini merupakan program agenda akhir tahun yang rutin diselengarakan oleh Tim Penggerak  PKK Kab. Pekalongan  yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyatukan dan memantapkan langkah seluruh Tim Penggerak PKK se-Kab. Pekalongan dalam menyongsong kegiatan di tahun ke depan  demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan TP PKK Kab. Pekalongan selama 4 tahun ini baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan berjalan baik. 10 program  pokok PKK telah dilaksanakan dengan baik dan terus berjalan. Dikarenakan tahun 2020 ini ada pandemic, maka kegiatan evaluasi turun langsung ke lapangan diundur pelaksanaannya pada tahun2021 mendatang.

Ny Munafah juga memaparkan TP PKK mempunyai program-program inovasi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya adalah program unggulan GEMA SETIA (Gerakan masyarakat stop kematian ibu dan anak), sebagai langkah konkrit mendukung  pemerintah dalam  penurunan angka kematian ibu dan anak. Kemudian GENTONG HEBAT (Gerakan gotong royong hidup bersih dan sehat) yang membawa Kab. Pekalongan menerima penghargaan di bidang lingkungan. Ada pula GEMAS MAKIN BAIK (Gerakan menanam, makan sayur ikan dan buah anak Indonesia kreatif). Gerakan ini mengajak anak dari PAUD sampai SMP untuk gemar menanam dan makan sayur serta ikan dan buah.

Selain itu ada pula pencapaian Rekor MURI perempuan berkebaya di hari Kartini tahun 2017 dan dilanjutkan di tahun berikutnya, perempuan berkebaya bersolawat dalam momen hari Ibu.

“Kami berharap inovasi dan program yang telah berjalan ini dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang,” harapnya. (Mit/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed