METROPOS.ID, SOLO – SITOK (Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto) Paslon (pasangan calon) Bupati dan Wakil Bupati Grobogan jalani tes psikologi dan tes kesehatan secara menyeluruh, sesuai tes kesehatan tahap dua.
Agung Sutopo Ketua KPU Grobogan menjelaskan, tes kesehatan diawali dengan pengambilan urine dan darah paslon oleh tim kesehatan rumah sakit Dr Moewardi, di Aula Sekar Jagad.
“Hari kedua tes kesehatan dimulai pukul 07.00 WIB. Sebelum menjalani tes kesehatan paslon diminta puasa selama 10 jam mulai pukul 21.00 WIB semalam. Setelah puasa, pagi hari diambil sampel urine dan darah”, terang Agung.
Salah satu yang disyaratkan oleh tim dokter bagi Paslon adalah puasa dan selain tes urine, juga dilakukan tes psikologi.
“Menurut keterangan tim kesehatan. Paslon akan mengerjakan 560 soal. Secara teknis pelaksanaan oleh tim kesehatan. KPU hanya mengantar sampai rumah sakit”, jelas Agung didampingi Komisioner Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Ngatiman.
Pada hari kedua Paslon Sitok harus mengenakan piyama pakaian khusus yang disediakan tim kesehatan, karena pemeriksaan tahap dua berbeda dengan tahap pertama yang hanya mengenakan pakaian biasa.
“Kami masih menunggu informasi dari rumah sakit. Bisa satu hari (besok) atau dua hari kedepan, karena ini akan kami jadikan pemeriksaan selanjutnya”, imbuhnya.
Sementara itu Ngatiman, menambahkan tes psikologi yang dijalani salah satunya tes evaluasi karakteristik kepribadian dan psikopatologi.
“Harapannya Bupati dan Wakil Bupati, mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban”, tambahnya.
Sehat dalam arti kesehatan tidak berarti harus bebas dari penyakit, impairment ataupun kecacatan, melainkan setidaknya mereka harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna.
“Agar tidak kehilangan kemampuan dalam melakukan observasi, menganalisis, membuat keputusan dan intelegensi untuk Kab. Grobogan kedepannya, maka Paslon di periksa secara menyeluruh agar tidak mempunyai penyakit yang diperkirakan akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik dalam 5 (lima) tahun ke depan, serta memiliki kesehatan jiwa”, pungkasnya. (Awg/MC/Red).










Komentar