Salah satu hotel di Solo Baru yang berada di simpang 4 bundaran Patung Pandawa Solo Baru, sepi tamu pada tahun baru akibat pandemi COVID -19 (foto Naura)
Sejumlah pengelola hotel berbintang di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, mengaku ‘prihatin’ karena okupansi atau tingkat hunian tahun ini sangat rendah. Bahkan ada yang harus melepas pendapatan akhir tahun yang biasanya menggelar even hingga mencapai Rp 1 miliar.
Kondisi serupa juga dialami Hotel Brother yang berlokasi tepat menghadap simpang 4 bundaran Patung Pandawa, Solo Baru.
Bahkan saat natal kemarin, ia mengatakan, tingkat hunian hanya 40%. Dan sampai saat ini masih berkisar 30-40% saja.Setali tiga uang, penurunan jumlah tamu juga terjadi di Fave Botel Solo Baru. Perayaan tahun baru kali ini, hotel yang berada di simpang 4 The Park ini disebutkan kehilangan tamu hampir 100%.
“Memang memprihatinkan, tapi kami tetap semangat dan kami tetap konsisten ikut berupaya menekan penyebaran COVID -19,” tutur Ika Florentina, General Manager (GM) Fave Hotel Solo Baru.
Ditambahkan, dari 2 hotel yang dikelolanya, yakni Fave Hotel Solo Baru dan Fave Hotel Solo Manahan, tingkat huniannya selama bulan Desember ini sempat membaik, mencapai 45%. Hanya disayangkan pada momen pergantian tahun yang biasanya fullbooking kini banyak yang membatalkan atau menunda.
“Sempat ada reservasi tapi karena takut karantina dan ada penyekatan masuk ke Solo Raya maka mereka cancel. Meski begitu, kami tetap optimis dan tetap menerapkan Prokes sesuai standar kesehatan,” pungkasnya. (Naura/Red).











Komentar