oleh

Perayaan Tahun Baru Ditengah Pandemi, Hotel Di Sukoharjo Sepi Penghuni

Salah satu hotel di Solo Baru yang berada di simpang 4 bundaran Patung Pandawa Solo Baru, sepi tamu pada tahun baru akibat pandemi COVID -19 (foto Naura)

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Perayaan tahun baru kali ini telah membuat tingkat hunian hotel turun drastis. Larangan kerumunan akibat masih belum meredanya wabah COVID -19 dan diberlakukannya Prokes yang ketat membuat dunia pariwisata khususnya perhotelan sepi.

Sejumlah pengelola hotel berbintang di Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, mengaku ‘prihatin’ karena okupansi atau tingkat hunian tahun ini sangat rendah. Bahkan ada yang harus melepas pendapatan akhir tahun yang biasanya menggelar even hingga mencapai Rp 1 miliar.

“Okupansi bulan Desember dibawah 30%, banyak tamu yang membatalkan reservasi karena banyak info yang simpang siur soal karantina, atas hal itu kerugian pendapatan yang terjadi mencapai 1 miliar,” ungkap Dennis, Marketing communication Best Western Premier (BWP) Hotel Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (30/12/2020).

Kondisi serupa juga dialami Hotel Brother yang berlokasi tepat menghadap simpang 4 bundaran Patung Pandawa, Solo Baru.

“Sampai awal Desember kemarin okupansi mulai membaik sejak pandemi. Tapi setelah ada statemen Walikota Solo bagi yang masuk Solo akan dikarantina, hotel di Sukoharjo kena imbasnya. Banyak tamu membatalkan reservasinya,” ungkap Dwi Aryani, PR Hotel Brothers.

Bahkan saat natal kemarin, ia mengatakan, tingkat hunian hanya 40%. Dan sampai saat ini masih berkisar 30-40% saja.Setali tiga uang, penurunan jumlah tamu juga terjadi di Fave Botel Solo Baru. Perayaan tahun baru kali ini, hotel yang berada di simpang 4 The Park ini disebutkan kehilangan tamu hampir 100%.

“Memang memprihatinkan, tapi kami tetap semangat dan kami tetap konsisten ikut berupaya menekan penyebaran COVID -19,” tutur Ika Florentina, General Manager (GM) Fave Hotel Solo Baru.

Ditambahkan, dari 2 hotel yang dikelolanya, yakni Fave Hotel Solo Baru dan Fave Hotel Solo Manahan, tingkat huniannya selama bulan Desember ini sempat membaik, mencapai 45%. Hanya disayangkan pada momen pergantian tahun yang biasanya fullbooking kini banyak yang membatalkan atau menunda.

“Sempat ada reservasi tapi karena takut karantina dan ada penyekatan masuk ke Solo Raya maka mereka cancel. Meski begitu, kami tetap optimis dan tetap menerapkan Prokes sesuai standar kesehatan,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed