Bupati Grobogan, Sri Sumarni bersama Forkompimda saat jumpa pers di Lobi Pendopo Kab. Grobogan
METROPOS.ID, GROBOGAN – Di penghujung tahun 2020, COVID -19 di Kab. Grobogan naik tajam. Bahkan Kab. Grobogan masuk zona merah. Hal ini diungkapkan Bupati Grobogan, Sri Sumarni bersama Forkompimda saat jumpa pers di Lobi Pendopo Kab. Grobogan, (Rabu,30/12/2020).
“Untuk itu saya selaku Bupati Grobogan mengeluarkan SE (Surat Edaran) Bupati Grobogan, ber No : 443.1/7677/2020, tentang pemberhentian sementara kegiatan event hajatan, pentas seni dan pengajian”, ungkapnya.
Menurutnya SE itu di picu Klaster hajatan muncul di Kab. Grobogan. Dari data yang ada sebanyak 12 kasus terjadi pada tanggal 13 Desember lalu. Bahkan ada sepasang pengantin baru yang harus berbulan madu di Hotel Kencana yang dijadikan tempat isolasi terpusat.
“Pada tanggal 13 Desember 2020 beberapa waktu lalu dari jumlah 22 kasus ada 12 yang terjadi dari klaster hajatan. Dari hasil pengawasan, rata-rata berasal dari kerumunan massal yang tidak mengindahkan Prokes,” jelasnya.
Selain itu SE yang di keluarkan didasarkan pada pertimbangan karena masih melonjaknya kasus COVID – 19 yang relatif tajam. Kemudian dari penelusuran kasus yang ada banyak terjadi pada klaster keluarga, perkantoran dan kerumunan massal seperti hajatan.
“Jadi kebijakan pemberhentian acara seperti hajatan, pentas seni dan pengajian sifatnya adalah sementara. Dan kami harap semua pihak untuk dapat memaklumi dan mendukung upaya bersama guna menekan penyebaran COVID -19, untuk tetap produktif, terapkan Prokes dan jangan panik”, tutupnya.
Adapun Kapolres Grobogan, AKBP Jury Leonard Siahaan, S.I.K., M.H menghimbau agar tidak mengadakan hajatan, pentas seni serta merayakan tahun baru dengan melalukan konvoi atau pawai keliling maupun kegiatan-kegiatan yang mendatangkan kerumunan massa.
“Jika nanti ditemukan kegiatan yang mendatangkan kerumunan, maka akan kami lakukan langkah persuasif. Jika tidak bisa, maka Polres Grobogan beserta jajaran dan Tim COVID -19 akan menindak tegas dengan membubarkan,” imbuhnya.
Sementara itu dari data per 29 Desember 2020, terkonfirmasi baru sebanyak 20 orang, total terkonfirmasi positif 1.406 orang, sembuh baru 11 orang, total sembuh COVID -19 1.094 orang. Sedangkan kematian baru 2 orang dan total meninggal karena COVID -19 sebanyak 118 Orang. (Awg/Red).












Komentar