oleh

BNPT dan Densus 88 Anti Teror Kawal Ketat Kepulangan Abu Bakar Ba’asyir

Salah satu anggota pengacara ABB dari TPM, Ahmad Michdan menyampaikan keterangan pers terkait kepulangan ABB di Ponpes Islam Al Mukmin, Ngruki (foto Naura)

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Setelah menempuh perjalanan darat dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Bogor, Abu Bakar Ba’asyir (ABB) terpidana kasus terorisme yang telah dinyatakan bebas murni langsung dibawa keluarga pulang ke Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jum’at (8/1/2021) siang.

Dalam perjalanan, rombongan mendapat pengawalan tertutup dari BNPT dan Densus 88 Anti Teror, dan tiba di ponpes sekira pukul 13.36 WIB. Setelah disambut sejumlah kolega secara terbatas, ABB disebutkan langsung menuju ke rumahnya di lingkungan ponpes untuk beristirahat.

Sebelumnya, setiba di ponpes tanpa seremoni penyambutan, ABB sempat menyapa wartawan sejenak dari jarak jauh, dan melaksanakan sholat dhuhur berjamaah bersama rombongan penjemputnya.

“Tadi juga ada acara makan bersama rombongan dari Bogor dan para guru Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki,” kata Jubir Panitia Penjemputan ABB, Endro Sudarsono kepada awak media.

Disebutkan, dari pimpinan ponpes yang mendampingi penjemputan ABB dari Bogor menuju ponpes di Sukoharjo adalah Ustad Farid Makruf, Ustad Ibnu Chanifah dan Ustad Sholeh Ibrahim.

Sementara, salah satu anggota pengacara ABB dari Tim Pembela Muslim (TPM), Ahmad Michdan menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada aparat keamanan atas pengamanan dan pengawalan tertutup terhadap rombongan selama perjalanan.

“Pengamanan selama perjalanan dilakukan secara estafet karena melewati beberapa wilayah hukum. Jadi, dari Polda Jabar kemudian disambung masuk wilayah hukum Polda Jateng,” kata Ahmad yang menemui awak media di pintu gerbang ponpes.

Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID -19, pengamanan yang dilakukan, baik dari internal ponpes maupun dari pihak kepolisian dinilai berperan penting dalam menjaga keselamatan dan kesehatan ABB selama perjalanan hingga tiba di tujuan.

“Kami tidak mau nanti seperti kasus Habib Rizieq yang kemudian bermasalah. Jadi ini semua untuk menjaga kepentingan bersama dan menjaga keselamatan Ustad Abu Bakar Ba’asyir,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed