oleh

Peduli Supeltas, Komunitas Driver Ambulans Bagikan Sembako Sekaligus Kampanye Keselamatan

Aksi sosial bagi – bagi sembako untuk Supeltas dan kampanye keselamatan ambulans oleh perwakilan driver ambulans, relawan escort (pengawal ambulans) Solo Raya dan komunitas SABER (foto Naura).

METROPOS.ID, SUKOHARJO – Aksi sosial sekaligus kampanye keselamatan dilakukan puluhan relawan kemanusiaan perwakilan driver ambulans dan relawan escort (pengawal ambulan) Solo Raya bersama komunitas SABER (Sedekah Bareng Perjamas).

Mereka membagikan sembako pada Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di bundaran patung kuda Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Sabtu (30/1/2021).

Sedikitnya 30 anggota Supeltas yang selama ini dinilai mempunyai andil membantu kelancaran mobil ambulans saat melaju kencang dengan sirine meraung-raung menerobos kepadatan lalu lintas, mereka sambangi satu – persatu. Supeltas kerap kali berperan menepikan pengguna jalan lain saat ambulans terjebak macet di ruas jalan padat arus lalu lintas.

“Pengguna jalan di Solo Raya ketika mendengar suara sirine ambulans, responnya untuk segera menepi memberi jalan masih lambat. Seringkali terjadi, tim escort (sepeda motor pengawal ambulans) kami dihalangi saat memandu ambulans yang membawa pasien,” tutur koordinator baksos dari SABER Kartasura, Wirawan Setiadi disela kegiatan.

Diketahui, secara hukum, dalam Pasal 134 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ambulans yang mengangkut orang sakit mendapat prioritas kedua di jalan raya setelah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang bertugas.

“Saat ini masih minim kesadaran pengguna jalan yang sadar, jika ambulans harus mendapat prioritas di jalan. Para pengguna jalan terkadang tidak mau memahami bahwa ambulans membawa pasien yang sakit yang membutuhkan pertolongan sesegera mungkin. Kadang itu memancing emosi teman- teman dari tim escort yang rata- rata masih muda hingga memicu pertikaian dijalan,” ujarnya.

Oleh karenanya dengan kegiatan kampanye dan baksos pembagian paket sembako untuk Supeltas kali ini, Wirawan mengungkap maksud dan tujuannya, yakni menggugah respon para Supeltas agar lebih tanggap dengan suara sirine ambulans, sesegera mungkin membantu menepikan kendaraan lain agar laju ambulans tidak terhambat.

“Para Supeltas ini memang yang sering membantu mengatur arus lalu lintas di sejumlah persimpangan, mulai dari Kartasura, Baki, Grogol di Sukoharjo. Kemudian Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon di Kota Solo. Dalam rute kegiatan ini kami sengaja melewati titik- titik persimpangan tempat para Supeltas itu bertugas,” sambungnya.

Mewakili sekira 70 driver ambulans Solo Raya, sejumlah pesan dan himbauan melalui spanduk sengaja di pasang di body kanan kiri mobil ambulans yang dibawa dalam kegiatan, bunyinya 10 detik yang anda berikan untuk menepi menyelamatkan jiwa pasien kami ; Kami bukan pembalap tapi kami butuh cepat ; Berilah jalan pada kami, siapa tahu keluarga anda yang di dalam ambulans ; dan Nek Keluargamu Sing Neng Njero Perasaanmu Piye.

“Untuk saat ini sasaran kampanye dan baksos baru pada Supeltas dulu. Nanti kami juga akan menyasar juru parkir di tempat yang padat lalu lintas. Karena kadang para juru parkir ini saat mendengar sirine ambulans tetap beraktivitas memberi aba- aba kendaraan yang parkir. Semestinya ditahan dulu menunggu ambulans yang mau lewat,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed