oleh

Keponakan Tersandung Birokrasi Penanganan COVID – 19 di Bandara, Ketua LAPAAN RI Meradang

-COVID 19, Solo-415 views

AMB (@ambarruk2910) keponakan BRM Kusumo Putro saat curhat melalui akun IGnya tentang prosedur penanganan COVID -19 bagi warga yang datang dari luar negeri (foto Istimewa).

METROPOS.ID, SOLO – Ketua Lembaga Penyelamat Aset dan Belanja Negara (LAPAAN) RI, BRM Kusumo Putro mengaku prihatin dengan prosedur penanganan COVID -19 di Indonesia. Hal itu ia katakan lantaran keponakannya yang baru datang dari Rusia, setelah menjalani isolasi sesuai prosedur di Jakarta dengan hasil swab tes terakhir negatif masih tertahan belum bisa pulang ke Solo.

Keponakannya, seorang perempuan berinisial AMB yang datang kembali ke Indonesia bersama suaminya warga Rusia, dan seorang anaknya ini juga mengunggah pengalaman menghadapi prosedur yang dirasa berbelit dalam akun Instagram milik pribadi @ambarruk2910. Unggahan itu bahkan viral menjadi perbincangan warganet.

Dituturkan Kusumo, AMB, suami, dan anaknya sebelum terbang ke Indonesia sudah menjalani tes COVID -19 di Rusia dengan hasil negatif dan hasil itu juga disampaikan kepada petugas setiba di bandara Soekarno-Hatta pada 17 Februari lalu. Namun demikian, sesuai prosedur penanganan COVID -19 di Indonesia ia, suami dan anak harus dites lagi.

“Tesnya ini tidak dilakukan langsung setiba mereka di bandara, AMB bersama keluarga diminta menunggu terlebih dulu karena ternyata tes baru dilakukan petugas keesokan harinya. Untuk menunggu tes, mereka terpaksa harus menginap disebuah hotel atas biaya sendiri dan tesnya juga dilakukan di hotel itu,” papar Kusumo mengutip keterangan AMB, Senin (22/2/2021) sore.

Kejanggalan demi kejanggalan, dirasakan AMB saat usai dites dinyatakan positif COVID -19 dan diminta menjalani karantina di Wisma Atlet Jakarta. AMB yang mengaku sudah pernah terkena COVID -19 di Rusia pada Desember 2020 lalu dan telah dinyatakan sembuh ini, kemudian berinisiatif melakukan tes mandiri dan ternyata hasilnya negatif.

Hanya saja, meski hasil tes mandiri menyatakan negatif COVID -19, dan hasil yang sama juga didapat dari tes terakhir yang dilakukan oleh petugas kesehatan di tempat karantina, ABM belum bisa mendapatkan surat bebas virus Corona (clearance) sebagai syarat perjalanan menuju tujuan ke Kota Solo.

“Ini kan aneh, kalau memang keponakan saya ini sudah negatif COVID -19, mestinya sudah tidak ada hambatan lagi. Kenapa prosedurnya menjadi rumit begini. SOP (standar operisional prosedur) petugas dilapangan tidak jelas. Keponakan saya tertahan di Jakarta bersama suami dan anaknya itu juga mengeluarkan biaya sendiri yang tidak sedikit. Ini jelas sangat merugikan,” tegasnya.

Disisi lain, Kusumo mengapresiasi tindakan AMB menolak diantar menggunakan taksi saat akan dibawa ke tempat karantina usai tes awal dihotel yang menyatakan dirinya positif COVID -19. Ia menolak diantar taksi lantaran, jika dirinya memang positif justru akan menularkan virus ke orang lain.

“Seharusnya jika saudari AMB ini memang benar dinyatakan positif, prosedurnya ke tempat karantina kan harus sesuai Prokes, minimal petugas yang mengantar pakai APD lengkap menggunakan ambulan, tidak dengan taksi. Apa tidak khawatir jika nanti dia menularkan virus itu ke orang lain. Keponakan saya ini sadar tidak ingin menularkan virus ke orang lain,” papar Kusumo.

Dengan kejadian ini dan diyakini tidak hanya menimpa AMB saja, Kusumo meminta kepada pihak – pihak terkait, khususnya Satgas COVID

-19 agar memperbaiki SOP penanganan pencegahan wabah corona bagi warga baik WNI maupun WNA yang datang dari luar negeri. Selain itu, ia juga meminta harus ada standarirasi terkait penggunaan alat tes COVID -19 agar ada kesamaan hasil.

“Kebetulan saudari AMB ini masih keponakan saya, anak kandung kakak saya. Maka saya akan membela mati-matian jika sampai keluhan keponakan saya ini dibawa ke ranah hukum. Karena saya mendengar ada ancaman, seolah – olah dia tidak patuh prosedur,” pungkasnya. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed