Pelaku saat di mintai keterangan petugas
Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu Donna Briadi, SIK mengatakan, mayat bayi pertama kali ditemukan ND (38) sekitar pukul 11.00 WIB, ketika ia sedang menjala ikan tiba-tiba melihat sebuah tas warna putih mengapung di pinggir aliran Sungai, setelah mendekati tas tersebut ia melihat bayi di dalam tas, kemudian ia pulang kerumah dan melaporkan kepada perangkat desa IS (41) dan BR (50), kemudian BR melaporkan ke Polsek Wanadadi.
Sesampainya di RSUD, lanjut Kasatreskrim, team INAFIS Polres Banjarnegara, dokter RSUD dan petugas Piket SPKT Banjarnegara melakukan pemeriksaan luar, berikut barang bukti satu buah celana legging warna hitam ukuran S, satu buah rok panjang warna hitam, satu buah tas kain warna putih dan satu buah tas plastik merek indomart.
Setelah kejadian tersebut, masih dikatakan Iptu Donna Briadi, pihaknya melakukan rangkaian penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa di Kec. Sigaluh, Banjarnegara di rumah TM tinggal seorang wanita yang diketahui hamil dan telah melahirkan, akan tetapi bayi tidak diketahui keberadaannya, mendapat informasi tersebut pada tanggal 18 Januari 2021 anggota Satreskrim Polres Banjarnegara beserta anggota Polsek Wanadadi bekerja sama dengan Tim Resmob Jatanras Polda Jateng mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut.
Kasat Reskrim juga mengungkapkan, setelah melakukan pemeriksaan secara intens terhadap TM dan RA, kepada petugas RA mengakui telah melahirkan bayi seorang diri di kamar sebuah rumah di Kel. Kutabanjarnegara, Kec. Banjarnegara pada Sabtu (26/12/2020) sekitar pukul 03.30 WIB, setelah melahirkan kemudian tersangka melakukan kekerasan fisik terhadap bayi yang baru dilahirkan karena takut ketahuan melahirkan anak yang merupakan hasil hugel (hubungan gelap), sehingga bayi tersebut meninggal dunia, setelah meninggal mayat bayi tersebut bersama plasenta dibungkus plastik lalu dimasukan ke dalam tas kain warna putih.
Atas perbuatan tersangka, kepadanya disangkakan telah melanggar Pasal 80 Ayat (4) UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo UU No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-undang dan atau Pasal 342 KUHP.












Komentar