Anggota DPR RI Mohammad Toha memperkenalkan rumah makan yang dirintisnya dengan masakan khas Trenggalek, Jatim, ayam lodho.(foto Naura)
METROPOS.ID, SUKOHARJO – Poltisi PKB, Mohammad Toha, anggota DPR RI Komisi VI punya cara unik membangkitkan semangat usaha bidang kuliner tradisional bagi masyarakat di masa pandemi. Selain menyerap aspirasi masyarakat, kini sebuah usaha kuliner masakan ayam bernama “Ayam Lodho Pak To” mulai dirintisnya.
Dari kecil hingga sekarang telah berkeluarga, ia menetap bersama anak dan istri di Sukoharjo Jawa Tengah (Jateng), namun usaha rumah makan yang dirintisnya bukan masakan khas Sukoharjo tapi masakan khas Trenggalek Jawa Timur (Jatim).
Saat berbincang dengan awak media di rumah makannya yang berada di Jl Jenderal Sudirman Sukoharjo, Jum’at (2/4/2021), Toha menceritakan alasan bisnis kuliner ayam lodho lantaran ingin melengkapi ragam kuliner yang sudah ada di Kota Makmur.
“Ingkungnya di Jatim itu namanya ayam lodho ini, disajikan utuh ayam kampung asli. Biasanya disajikan untuk acara selamatan atau kondangan (kenduri-Red) dengan nasi bumbu gurih seperti nasi liwet atau nasi uduk,” terangnya.
Baik ayam lodho dari Jatim maupun ayam ingkung dari Jateng, menurut Toha keduanya sudah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia. Oleh karena itu, pilihannya membuka rumah makan ayam lodho juga bagian dari melestarikan warisan itu.
“Istilahnya, ini bagian dari “nguri-uri” masakan khas Indonesia, khususnya Jawa. Kenapa saya buka di Sukoharjo, karena masyarakat di Solo Raya ini senang dengan masakan ayam,” papar mantan Wakil Bupati Sukoharjo dua periode (2000-2010) ini.
Berbeda dengan masakan ayam yang sudah populer dikenal masyarakat Sukoharjo dan sekitarnya. Jika selama ini sering disajikan setelah digoreng atau dibakar, tapi kalau ayam lodho di panggang dan disajikan dengan kuah santan mirip kuah kari.
“Jadi ini ayam kampung asli, bukan pejantan atau broiler dipanggang untuk menghilangkan lemak-lemaknya. Cara penyajiannya berbeda dengan masakan ayam kebanyakan. Ada tambahan urap atau gudangan dengan sambal parutan kelapa,” sambungnya.
Dengan bumbunya khas tidak seperti kebanyakan sajian ayam yang sudah ada, menurut Toha, ayam lodho yang dirintisnya ini bisa jadi satu-satunya yang baru ada di Solo Raya, khususnya Sukoharjo dengan bumbu rempah-rempah sesuai aslinya.
“Untuk ayam kampung dibeli dalam keadaan hidup, dan tentunya disembelih sesuai syariat Islam sehingga kehalalannya terjamin. Dan disini ada minuman teh racikan sendiri, namanya teh aginastel (agak-legi/manis-panas-kentel),” pungkasnya. (Naura/Red).











Komentar