oleh

Digelar Virtual, Pencipta Lagu Sayang Dua Mencari Bakat Pedangdut Muda

-Solo-0 views

Anton Obama pencipta lagu Sayang Dua, bersama Badrus Zaman usai menyerahkan tropy kepada pemenang lomba pencarian bakat penyanyi dangdut muda di Solo (foto Naura)

METROPOS.ID, SOLO – Pandemi yang membatasi mobilitas untuk mencegah kerumunan tak menghalangi sejumlah seniman berkreasi.

Salah satunya Anton Obama pencipta lagu dangdut hits Sayang Dua yang populer dibawakan Nella Kharisma. Ia menggelar lomba ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di Kota Solo sekaligus launching label perusahaan rekaman miliknya bernama Aoma Record Indonesia (ARI) melalui live streaming dari studio Lokananta, Solo, Sabtu (3/4/2021) malam.

“Selama ini orang mengenal lagu – lagu ciptaan saya banyak di nyanyikan artis-artis dari Jawa Timur. Melihat banyaknya talenta muda berbakat dari Solo dan sekitarnya. Nah, Dari sini (Solo-Red) saya tergerak untuk mengorbitkan mereka. Biar lahir diva-diva dangdut dari Solo,” terang Anton disela grand final lomba.

Ajang mencari bakat penyanyi dangdut yang di gelar bekerja sama dengan INNA Entertainment ini, menurut Anton sekaligus juga sebagai penanda lahirnya label perusahaan rekaman khususnya bergenre dangdut di Kota Solo yang didirikannya itu.

“Ini label rekaman pertama yang lahir di Kota Solo. Tujuannya untuk menampung anak – anak muda agar berkegiatan positif sekaligus nguri-uri seni budaya, sehingga Solo dan artisnya lebih dikenal hingga kancah nasional,” paparnya.

Sebagai bukti keseriusannya dalam mendirikan label perusahaan rekaman, Anton juga mengandeng advokat kondang Kota Solo Badrus Zaman sebagai legalnya. Hal ini dilakukan untuk melindungi label jika sewaktu-waktu terjadi permasalahan hukum terkait sengketa karya cipta musik dan lagu.

“Insya Allah dibelakang saya ada legal yang juga sahabat saya, Pak Badrus Zaman. Nanti beliau yang akan menjadi pendamping hukum terkait kontrak-kontrak rekaman. Jadi ini betul-betul sebuah (badan usaha) PT (Perseroan Terbatas) dalam bidang recording. Kami tidak akan takut bersaing dengan label-label yang sudah terkenal,” tegasnya.

Sementara itu, Badrus Zaman, sebagai advokat yang kenyang menangani persoalan hukum yang ditunjuk menjadi legal mengatakan, sekarang ini masih banyak masyarakat yang belum paham tentang perlindungan dan hak karya intelektual sebuah lagu. Termasuk perlindungan kontrak artis, pencipta, dan label.

“Nanti kami akan berdiskusi, berkolaborasi dengan Pak Anton untuk mengetahui lebih dalam lagi persoalan – persoalan yang sering muncul dalam sebuah label recording. Misalnya ada temuan pelanggaran tentang kontrak atau hak cipta sebuah lagu, tentunya penyelesaiannya melalui jalur hukum,” pungkas Badrus. (Naura/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed