Saat Kirab Pusaka peringati HUT Kab. Batang
METROPOS.ID, BATANG – Pada rangkaian kegiatan HUT (Hari Ulang Tahun) Kab. Batang yang ke- 55, secara sederhana Pemkab Batang menggelar Kirab Pusaka Tombak Abirawa dengan cara berkeliling di seputaran Halaman Pendopo Kab. Batang, Senin (5/4/2021).
Terlihat pada acara kirab, Bupati Batang H. Wihaji, Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra, Wabup Batang Suyono serta segenap unsur Forkopimda.
Pada kesempatan itu Bupati Batang Wihaji menyampaikan, yang terpenting pada acara kirab tetap mengikuti Prokes, biasanya dikirabkan keliling Batang, namun sekarang hanya keliling di halaman pendopo saja, mohon maaf untuk masyarakat tidak bisa mengikuti dikarenakan situasi Pandemi Covid-19.
”Semangatnya adalah ini merupakan warisan budaya yang tidak boleh kita tinggalkan, walaupun disaat pandemi Covid-19 yang penting Prokes tetap kita laksanakan”, jelasnya.
Wihaji juga berharap, kedepan menjadikan Kab. Batang agar lebih baik, saya selaku Kepala Daerah selalu berikhtiar untuk menjalankan amanat rakyat agar lebih baik dan tambah baik.
”Dimassa Pandemi Covid-19 diharapkan masyarakat harus selalu tetap menerapkan Prokes, jangan terlalu takut dan juga jangan menyepelekan terhadap massa pandemi Covid-19”, harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Achmad Taufiq menerangkan, bahwa jenis pusaka yang di kirab yaitu Tombak Abirawa dan Payung Pangayom kemudian 17 jenis tombak lainnya.
Menurutnya, tombak abirawa merupakan sebuah pusaka yang digunakan oleh Pejuang Batang pada saat merebut kemerdekaan, sehingga berdirinya Kab. Batang.
”Kirab juga menyimbulkan, bahwa cara melestarikan pusaka yang merupakan warisan budaya dari leluhur sebagai simbul yang harus di uri – uri oleh masyarakat Batang,” terangnya.
Bahwa tombak abirawa yang selama ini dirawat oleh keluarga trah, kemudian tahun kemarin sudah diserahkan kepada Pemkab. Batang.
“Pelaksanaan kirab tidak seperti tahun sebelumnya karena sekarang massa pandemi, sebagai simbul kita mengadakan kirab dengan tujuan untuk menghormati perjuangan para leluhur dan supaya masyarakat Batang tidak lupa dengan budaya”, tutup Taufiq. (Mit/Red).











Komentar