Dua pelaku begal saat di hadirkan dalam ungkap kasus (foto Hms Polres Grobogan)
Metropos.id, Grobogan – Dua orang begal asal Desa Sidorejo, Kec. Karangawen berhasil ditangkap unit Resmob Polres Grobogan beberapa saat setelah melakukan aksinya di Jalan Raya Semarang – Purwodadi, Minggu (13/6/2021). Hal ini di ungkapkan oleh Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan melalui rilisnya, Senin (14/6/2021).
Jury mengatakan keduanya ditangkap berdasarkan laporan dari korban Sri Retno (50), warga Desa Bringin, Kec. Godong dan Muhammad Khozin Kumaidi, warga Desa Dempet, Demak, serta dari laporan masyarakat, tim Resmob Polres Grobogan langsung melakukan penyelidikan kasus, yakni keterangan para korban dan saksi juga rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP.
“Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan dan informasi dari SI mengarah pada Ari Anggara warga Dusun Singopadu, RT 03/RW 02, Desa Sidorejo, Kec.Karangawen, Demak,” kata Jury.
Lanjut Jury, sekira pukul 21.30 WIB, petugas Resmob Polres Grobogan langsung mencari keberadaan Ari di rumahnya. Namun, informasi yang diperoleh, pelaku tengah berada di sebuah tempat hiburan karaoke di Kec. Gubug. Akhirnya petugas langsung mendatangi tempat karaoke tersebut dan berhasil menemukan pelaku.
Saat ditangkap, pelaku mengaku telah melakukan pembegalan. Aksinya dilakukan bersama teman sedesanya bernama Bambang Susilo.
Mendapatkan keterangan Ari, petugas langsung menangkap Bambang Susilo. Keduanya langsung digelandang ke Mapolres Grobogan berikut barang buktinya.
“Barang buktinya antara lain sepeda motor Honda Beat warna biru putih milik korban, Satu unit SPM Honda Vario warna hitam yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya di Desa Tinanding dan satu unit Honda Supra X yang dipergunakan pelaku untuk melakukan aksinya di Jatilor, Godong. Selain itu, kita juga menyita satu buah golok, dan satu buah belati kecil dari saku tersangka Bambang Susilo,” jelas Jury.
Sementara itu di hadapan petugas, Ari mengaku dalam aksinya mereka mengejar korban, lalu dipepet dan dihentikan pelaku.
Satu diantara mereka langsung menendang korban dan mengancamnya dengan sajam berupa golok.
“Setelah dipepet, terus saya berhentikan dan saya tendang yang punya motor. Lalu, saya ambil barangnya, kemudian kami lari,” ujar Ari.
“Usahakan jangan berkendara sendirian di tempat yang sepi atau di malam hari agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan, seperti begal atau perampokan,” imbau Kapolres.











Komentar