Salah seorang karyawan CV SU saat mendapatkan vaksinasi (foto Adi)
Sebanyak 762 karyawan perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis distributor dan produsen pupuk, pestisida, benih padi, dan benih jagung ini mendapat suntik vaksin C -19 dosis pertama. Hal tersebut untuk membentuk kekebalan kelompok (herd imunity) karyawan, sehingga mereka dapat tetap produktif di tengah pandemi yang melanda.
Serbuan vaksin yang diinisiasi Pangdam IV/Dip Mayjen Rudianto merangkul Dinas Kesehatan Kab. Demak, dengan vaksinator tim dari Puskesmas Mranggen 1, Puskesmas Mranggen 2, Puskesmas Mranggen 3, Puskesmas Karangawen 1 dan Puskesmas Karangawen 2.
Dandim melalui Perwira koordinator Kapten Kav N. Pasaribu menyampaikan, bahwa Kodim 0716/Demak menyelenggarakan vaksinasi dalam program Serbuan Vaksinasi Kodam IV/Dip untuk mendukung langkah pemerintah satu juta vaksin perhari, guna melengkapi upaya percepatan penanganan pandemi dengan prokes 5M dengan vaksinasi.
Menurutnya, langkah vaksinasi massal C -19 sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengurangi transmisi atau penularan virus yang sudah menyebar hampir keseluruh pelosok negera Indonesia. Bahkan virus yang lahir di Wuhan, China ini juga sudah memakan korban jiwa. Bukan hanya ratusan, jutaan nyawapun sudah melayang akibat terkonfirmasi virus ini.
Sementara itu Danramil setempat, Kapten Arm Sukartiyo menyebut, dari jumlah 900 target sasaran vaksinasi, hanya 865 karyawan yang teregistrasi. Dan yang bisa divaksin sebanyak 762 orang karyawan.Ini dikarenakan 103 orang karyawan belum memenuhi syarat untuk menerima suntik vaksin. Sebagian ada yang mempunyai penyakit bawaan (komorbid), ada yang tensi tinggi ataupun rendah, demam, alergi, asma maupun alasan lainnya.
Kapten Sukartiyo mengingatkan, bahwa apabila seseorang sudah divaksin bukan berarti ia sudah kebal dari virus, dan tak bisa tersuspect virus. Akan tetapi lebih cenderung untuk mencegah terjadinya resiko yang lebih besar jika terpapar C -19. Untuk itu, harus tetap mematuhi prokes dimanapun dan kapanpun.












Komentar