Bupati Sukoharjo Etik Suryani membuka baksos pengisian oksigen gratis bekerja sama dengan PT Langgeng Gas di halaman pendopo kabupaten (foto Naura)
Jumiati (48) salah seorang warga Kelurahan Joho, Kec/Kab. Sukoharjo antusias membawa tabung oksigen ukuran 1 m3 (meter kubik) bersama beberapa warga lainnya mengantri di lokasi baksos, dihalaman pendopo Kab. Sukoharjo.
Sejak suaminya dinyatakan positif terkonfirmasi Corona 1,5 bulan lalu, ia harus mengambil peran untuk sementara waktu sebagai kepala keluarga. Selain mengurus kebutuhan rumah, ia juga harus memenuhi kebutuhan oksigen untuk suaminya.
Dia mengaku, dengan mendapatkan oksigen gratis setidaknya bisa menghemat uang belanja yang biasanya dipakai membeli oksigen dengan harga Rp 90 ribu sekali isi.
Sementara, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, pihaknya menyediakan 7.000 m3 oksigen untuk masyarakat yang membutuhkan. Khususnya bagi warga yang tengah menjalani isoman. Selain itu juga untuk kebutuhan oksigen Puskesmas.
Dalam baksos pengisian oksigen gratis ini, bagi warga yang berminat diminta datang sesuai jadwal berdasarkan masing-masing kecamatan. Hal ini untuk menghindari kerumunan.
Manager PT Langgeng Gas, Agus Budiyanto menambahkan, selama ini kebutuhan oksigen masih sangat tinggi seiring dengan melonjaknya angka C -19. Tingginya kebutuhan itu, rupanya ada yang memanfaatkan menjual oksigen dengan harga mahal.
Menurutnya, harga pengisian oksigen untuk tabung ukuran 1 m3 sebenarnya tidak mahal. Jika ditempatnya hanya Rp 35 ribu. Namun sejak angka C -19 naik, ada sejumlah pedagang memanfaatkan dengan menaikkan harga secara tak wajar.












Komentar