oleh

Bupati Pekalongan Kukuhkan 27 Anggota Paskibraka, ini pesannya

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E saat mengukuhkan 27 anggota Paskibraka (Foto Kermit)

Metropos.d, Kajen – Sebanyak 27 orang anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia 17 Agustus 2021 mendatang dikukuhkan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Pendopo Kab. Pekalongan, Minggu (15/8/2021).

Nampak hadir Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP DR. Arief Fajar Satria, SH.,S.IK.,MH., perwakilan Kejaksaan Negeri Kab. Pekalongan.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E. mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi penuh 27 putra-putri terbaik Kab. Pekalongan yang telah resmi dikukuhkan menjadi anggota Paskibraka tahun 2021. Dimana tugas Paskibraka itu tidaklah mudah karena mengibarkan bendera pusaka merah putih merupakan tugas yang sangat mulia dan membutuhkan mental yang kuat.

Untuk itu, Fadia berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka untuk tetap bisa menjaga kesehatan dan stamina menjelang acara HUT RI yang tinggal 2 hari lagi.

“Hari ini secara resmi telah dikukuhkan sebagai pasukan bendera pusaka Kab. Pekalongan tahun 2021 dengan tugas resmi untuk mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan detik-detik proklamasi Republik Indonesia dan melaksanakan penurunan bendera dalam rangka Hut RI ke-76 pada 17 Agustus 2021,” kata Bupati.

Fadia juga mengatakan, walaupun acara pengukuhan saat ini dilakukan secara sederhana dan minimalis, semoga hal tersebut tidak menyurutkan semangat anggota Paskibraka, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi C -19.

“Acara ini tanpa mengundang dari pihak sekolah, orangtua atau wali, karena adanya pandemi C -19,” ungkap Bupati.

Fadia juga berharap, acara peringatan HUT RI ke-76 tingkat Kab. Pekalongan nantinya dapat berjalan dengan lancar, sehingga tidak ada halangan suatu apapun.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia Arafiq juga berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka, sebagai generasi muda mereka harus memegang teguh prinsip semangat persatuan dan kesatuan. Sehingga, apabila kelak menjadi seorang pemimpin, akan menjadi pemimpin yang amanah dan dapat mengabdi pada rakyat sepenuhnya.

“Jika suatu saat kalian diberi kesempatan untuk memimpin atau menjadi tokoh-tokoh yang memiliki peran penting. Maka rajutlah persaudaraan, persahabatan dan kerukunan diantara sesama, sehingga terbentuk sistem kerja yang solid guna tercapainya tujuan yang ingin kita capai,” pungkasnya. (Mit/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed