oleh

Pembuangan Limbah Ke Bengawan Solo, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat melihat langsung ke dua pelaku mempraktekkan membuang limbah ke Bengawan solo (Foto Hms Polrestabes Smg)

Metropos.id, Sukoharjo – Polres Sukoharjo tetapkan 2 tersangka, terkait kasus pencemaran Bengawan Solo, yakni J (36) dan H (40) warga Kec. Polokarto, Kab. Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, keduanya disangkakan telah membuang limbah industri alkohol ke aliran Bengawan Solo. Penetapan tersangka dilakukan setelah tim Opsnal Tipidter Polres Sukoharjo mendapatkan informasi mengenai pembuangan limbah di wilayah Polokarto.

“Lewat penyelidikan, petugas mendapati 2 tersangka melakukan pembuangan limbah dengan sarana 2 unit mobil pick-up. Kemudian keduanya diamankan beserta barang bukti ke Polres Sukoharjo,” terang Kapolres saat konferensi pers di lokasi kejadian pembuangan limbah, Jumat (17/9/2021).

“Kedua tersangka adalah orang yang membuang limbah dari hasil produksi alkohol di salah satu (tempat) pengrajin alkohol di Polokarto,” sambungnya.

Kapolres selanjutnya menjelaskan cara tersangka saat membuang limbah. Para tersangka ternyata menyedot limbah dari tempat produksi menggunakan alat bertenaga diesel.

“Barang bukti yang diamankan 2 unit mobil, 2 tandon air kapasitas 1.000 liter, diesel, dan selang. Motifnya ekonomi, untuk biaya hidup,” ungkap Kapolres.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 104 UU RI No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan atau Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 tahun dan pidana denda paling banyak tiga miliar rupiah.

Mengenai pembuangan limbah ini, Kapolres mendorong kepada Pemda untuk pembangunan IPAL di wilayah Polokarto.

“Sehingga dengan prasarana yang memadai, diharapkan dapat mengakomodir home industry pengolahan alkohol. Jadi para pengrajin alkohol tidak membuang limbahnya sembarangan,” jelasnya.

“Selain kegiatan penegakkan hukum, Kami juga mengajukan solusi untuk permasalahan lingkungan. Jadi kita “kick and fix”, tidak hanya penegakkan hukum, tetapi juga memberikan solusi permasalahan,” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M. Iqbal Al-Qudusy mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal serupa kedepannya. Pasalnya, itu sangat merugikan warga lainnya. Iqbal menegaskan, pihak kepolisian tak akan ragu untuk menindak tegas para pelaku yang mencoba merusak lingkungan yang merupakan untuk hajat hidup orang banyak.

“Polri akan bertindak tegas terhadap pelaku pembuang limbah yang sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat,” imbuh Iqbal. (@wg/restabes smg/red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed