oleh

Pangdam IV/Dip Pimpin Upacara Keberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG

Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Rudianto, saat cek pasukan (Foto Pendam IV/Dip).

Metropos.id, Semarang – Upacara pemberangkatan 450 personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 410/Alugoro Sektor Selatan Wilayah Papua TA/2021, bertempat di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, di pimpin Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Rudianto, Rabu (20/10/2021).

Pangdam dalam sambutannya mengatakan bahwa Alugoro merupakan identitas Yonif 410 memiliki arti yaitu senjata Baladewa yang merupakan nama peninggalan para generasi pendahulu melalui perjuangan maupun tirakat dengan harapan dapat melekat di tiap diri personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 410/Alugoro Sektor Selatan Wilayah Papua TA/2021.

Sebab bagi setiap prajurit mendapat perintah dan kepercayaan untuk melaksanakan penugasan adalah suatu kehormatan dan kebanggaan. Karena tidak semua prajurit memperoleh kesempatan dan kehormatan seperti itu. Sehingga keberhasilan adalah hal mutlak yang harus diraih dalam setiap misi.

Pangdam juga menekankan kepada para perwira untuk menyiapkan anggotanya dengan matang dan selalu berkonsentrasi serta menerapkan kerjasama tim dalam setiap kegiatan guna menghindari hal – hal yang tidak diinginkan. Sebab rekan maupun keluarga menunggu kepulangan seluruh prajurit Satgas.

“Kamu dilepas oleh istrimu dan keluargamu dari Batalyon dengan doa selamat bertugas semoga kembali dalam keadaan selamat,” ucapnya.

Seluruh prajurit juga harus menghormati dan mengerti budaya Papua, sebab masyarakat Papua sangat menjunjung tinggi adat-istiadat, terbukti dengan keberagaman suku yang ada disana, termasuk menghormati para wanita (mama) Papua, ketua suku maupun Pastor atau Pendeta.

“Sebab kita adalah tentara pejuang, tentara rakyat, kita berjuang bersama masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat maupun intansi lain juga menjadi hal utama dalam mendukung kesuksesan tugas. Salah satunya mengambil simpati anak-anak, pelajar serta mahasiswa Papua sebab mereka adalah salah satu generasi penerus Bangsa Indonesia khususnya di tanah Papua.

“Kamu adalah tentara Diponegoro, dengan masyarakat kamu menjadi tentara Solo yang lemah lembut dan menjaga sopan santun, tetapi saat operasi kamu harus garang seperti Alugoro,” tandasnya.

Pangdam juga menekankan tegas kepada Dansatgas dan seluruh prajurit bahwa tujuan dari pelaksanaan Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Selatan Wilayah Papua tersebut bukan untuk berperang melainkan menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Papua.

“Kamu berangkat kesana bukan untuk berperang sebab masyarakat Papua adalah saudaramu,” tegasnya.

“Bawa pasukanmu dengan baik, 450 kamu berangkat dan 450 kamu kembali serta bendera Diponegoro berkibar dengan membawa nama harum,” pintanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam IV/Dip Brigjen TNI Widi Prasetijono, Irdam IV/Dip Brigjen TNI Aby Ismawan, S.E., M.Si., Kapok Sahli Pangdam IV/Dip Brigjen TNI Rimbo Karyono, S.I.P., M.M., Danrem 073/Mkt, para Asisten Kasdam IV/Dip, Para Kabalakdam IV/Dip, Pa Liasion, Walikota Semarang, Forkopimda Kab. Blora serta Komandan Satuan jajaran Kodam IV/Dip. (@wg/Pendam IV/Dip/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed