Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni saat menaburkan bunga di makam para leluhur (Foto ist)
Dalam sambutannya Bupati Grobogan mengatakan ziarah ini bertujuan untuk mengenang jasa jasa leluhur kita khususnya dalam syiar agama dan sejarah berdirinya Kabupaten Grobogan.
Lebih jauh Bupati menyinggung hari jadi Kabupaten Grobogan jatuh pada Hari Senin Kliwon, 21 Jumadil akhir 1650 Saka atau 4 Maret 1726. Saat itu Susuhunan Amangkurat 4 mengangkat abdi dalemnya yang berjasa terhadap dirinya bernama Ngabehi Wongsodipo menjadi Bupati Monconagari Grobogan, dialah yang selanjutnya disebut Raden Tumenggung Martopuro atau lebih dikenal dengan sebutan Adipati Puger, yang saat ini makamnya berada di kecamatan Grobogan.
Bupati juga mengingatkan karena pandemi covid-19 masih berlangsung, agar seluruh masyarakat Grobogan tetap harus mematuhi protokol kesehatan.
Bupati berharap dengan peringatan hari jadi Grobogan ini, kita diajak untuk menjadikannya sebagai momentum saling bergandengan tangan, bergotong royong dan saling bahu – membahu mensukseskan pembangunan di Kabupaten Grobogan disegala bidang dalam rangka mewujudkan Grobogan yang lebih sejahtera, berdaya saing, beriman dan berbudaya.
Selain ziarah, kegiatan lainnya dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Grobogsn tahun ini adalah resik – resik kutha, kotmil Qur’an, prosesi adat kirab boyong Grobog, malam tirakatan, upacara hari jadi, bakti sosial, khitanan massal, pagelaran wayang kulit, dan Grobogan berdzikir. (@wg/Red).










Komentar