Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat pemaparan dalam Musrenbang Kota Semarang (Foto ist)
Hendi sapaan akrabnya Walikota Semarang, dalam paparannya menjelaskan dalam rangka membidik pertumbuhan ekonomi di wilayahnya, dia masih akan tetap fokus dalam pengembangan sektor pariwisata. Pasalnya meski sempat terhempas karena pandemi covid-19, Hendi meyakini melalui sejumlah strategi penyesuaian dengan kondisi saat ini, sektor pariwisata dapat dibangkitkan kembali.
Dirinya sendiri mengenang saat melaunching Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang fokus pada pariwisata. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa pariwisata merupakan sektor yang tidak pernah menghadapi persoalan krisis apapun.
Hendi juga menegaskan bahwa semangat menggairahkan kembali sektor pariwisata harus dibarengi dengan upaya penegakan prokses yang ketat, serta mempercepat vaksinasi booster.
Hendi juga menginginkan jika agenda-agenda pariwisata milik Pemkot Semarang bisa dikolaborasikan dengan berbagai pihak. Seperti yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, yaitu Semarang Night Carnival dan juga Dugderan.
Secara detail dia pun merinci sejumlah program pembangunan sektor pariwisata yang menjadi prioritas di Kota Semarang.
Pengembangan wisata religi juga tidak lepas dari prioritas Hendi dalam mengungkit kembali sektor pariwisata. Dimulai di tahun 2022 ini dengan membangun atau memugar makam Kyai Sholeh Darat.
Konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) juga disampaikan Hendi dalam membangun sektor pariwisata dengan berencana membangun Balkondes (Balai Ekonomi Desa) di mana wilayah kelurahan bisa mengembangkan aset-aset milik Pemkot yang nanti ada supporting anggaran dari Pemkot Semarang. Balkondes ini harapnya bisa menjadi sumber destinasi wisata baru yang tentunya akan menaikkan sentra ekonomi di kota Semarang.
Adapun dalam mendukung upaya pembangunan sektor pariwisata pihaknya akan memprioritaskan penyelesaian jalur-jalur yang telah direncanakan sebelumnya namun terhambat akibat pandemi Covid-19.
Di akhir paparannya, Hendi menerangkan upaya pihaknya untuk mengurai kemacetan di wilayah Jatingaleh, di mana tahun ini Pemkot Semarang telah menganggarkan Rp 30 milyar guna pembangunan jalan tembus Jangli-Undip. Upaya itu pun memperoleh dukungan di mana salah satu perumahan yang ada di Jangli menghibahkan asetnya untuk dijadikan jalan umum bagi masyarakat.











Komentar