oleh

Hendi : “7,5% Tunjangan ASN Pemkot Semarang Akan Dipotong Jika Bolos Kerja”

Hendi Walikota Semarang saat sidak di sebuah kecamatan di hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran (Foto Infokom)

Metropos.id, Semarang – Pasca libur Lebaran, hari pertama masuk kerja Hendi atau Hendrar Prihadi Walikota Semarang pimpin apel pagi di halaman Balaikota Semarang, Senin (9/5/2022).

Hendi di hadapan para ASN Pemkot Semarang, meminta maaf lahir dan batin atas kebijakannya yang mungkin kurang dirasa nyaman serta mengucapkan terima kasih kepada para pegawai di Pemkot Semarang yang tetap bertugas di masa libur Lebaran.

Selain itu, ia juga menerangkan alasannya yang tidak turut menjalankan sistem WFH (Work From Home) untuk pegawai di Pemkot Semarang. Dikarenakan Kota Semarang merupakan salah satu daerah tujuan mudik, sehingga tidak ada alasan kuat untuk memberlakukan sistem tersebut pada hari – hari pertama pasca libur Lebaran. Maka dari itu diberlakukan pemotongan tunjangan penghasilan pegawai sebesar 7,5% bagi ASN di Pemkot Semarang yang bolos.

Guna memastikan tidak ada yang membolos, Hendi berkeliling ke kantor Pemkot Semarang, diantaranya Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, hingga lingkungan Kantor Kecamatan Banyumanik yang berada satu area dengan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kantor Pengendalilan Penduduk, serta Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.

Sidak (inspeksi mendadak) yang dilakukan, didapati dari 12.301 pegawai di lingkungan Pemkot Semarang, sebanyak 12.129 orang telah aktif masuk kerja. Meskipun begitu, Hendi menjelaskan bahwa tidak ada yang dinyatakan membolos, pasalnya ketidakhadiran 172 ASN tersebut telah menyertakan izin, seperti izin cuti sakit, cuti di luar tanggungan negara, maupun cuti tahunan. Atas data tersebut, Hendi pun mengapresiasi semangat kerja jajarannya yang langsung aktif setelah libur Lebaran usai.

“Mungkin untuk ASN yang di hari pertama ini boleh WFH itu kalau di Jakarta. Tapi buat di Kota Semarang ini kan kita yang kedatangan pemudik,” terang Hendi.

“Jadi hari ini saya cek lokasi, silaturahim, sekaligus Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir batik ke teman – teman, sekaligus memastikan supaya tidak ada yang kemudian membolos. Kalau kemudian dia cuti boleh, tapi kalau dia membolos dia akan kena sanksi berupa pemotongan TPP 7,5%,” tegas Hendi.

Di sisi lain, Hendi berharap bagi ASN di Pemkot Semarang yang merasakan libur Lebaran bisa segar kembali dalam melaksanakan tugasnya. Dirinya menekankan jika pelayanan-pelayanan yang dijalankan menjadi modal utama ASN dalam penilaian tolak ukur kinerja.

“Setelah libur Lebaran dalam tanda kutip, karena tidak semua merasakan libur, saya minta tidak ada lagi istilah tunda menunda pekerjaan. Karena kalau ada yang tertunda, pasti pelayanan jadi terganggu,” pungkas Hendi. (@wg/Qil/Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed